APA ITU AMFOTERISME?

Dalam ilmu kimia, suatu spesies amfoterik ialah suatu molekul atau ion yang dapat bereaksi sebagai asam serta sebagai basa. Kata ini berasal dari kata Yunani amphoteroi,yang berarti “keduanya”. Banyak logam (seperti seng, timah, timbal, aluminium, dan berilium) membentuk oksida atau hidroksida amfoter. Amfoterisme bergantung pada keadaan oksidasi dari oksidanya.

Salah satu spesies amfoter adalah molekul-molekul amfiprotik, yang dapat baik menyumbang ataupun menerima sebuah proton (H+). Beberapa contoh termasuk asam amino dan protein, yang mengandung gugus amina dan asam karboksilat, dan senyawa-senyawa ion itu sendir seperti air dan ammonia.

Amfilit adalah molekul-molekul amfoterik yang mengandung keduanya, gugus asam maupun basa dan akan terdapat pada umumnya sebagai zwitterion dalam rentang pH tertentu. pH pada mana muatan rata-ratanya adalah nol yang dikenal sebagai titik isoelektrik molekul. Amfolit digunakan untuk menyetabilkan gradien pH untuk digunakan dalam pemusatan isoelektrik.

Oksida dan Hidroksida Amfoter

Seng oksida (ZnO) bereaksi dengan asam dan dengan basa:

  • Sebagai asam: ZnO + 2H+ → Zn2+ + H2O
  • Sebagai basa: ZnO + H2O + 2 OH → [Zn(OH)4]2-

Reaktivitas ini dapat digunakan untuk memisahkan kation-kation berbeda, seperti seng(II), yang larut dalam basa, dari mangan(II), yang tidak larut dalam basa.

Aluminium hidroksida juga amfoter:

  • Sebagai basa (menetralkan asam):

Al(OH)3 + 3 HCl → AlCl3 + 3 H2O

  • Sebagai asam (menetralkan basa):

Al(OH)3 + NaOH → Na[Al(OH)4]

Beberapa senyawa amfoter lain meliputi:

  • Berilium hidroksida

Dengan asam: Be(OH)2 + 2 HCl → BeCl2 + 2 H2O

Dengan basa: Be(OH)2 + 2 NaOH → Na2[Be(OH)4]

  • Aluminium oksida

Dengan asam:

Al2O3 + 3 H2O + 6 H3O+(aq) → 2 [Al(H2O)6]3+(aq)

Dengan basa:

Al2O3 + 3 H2O + 2 OH(aq) → 2 [Al(OH)4](aq)

  • Timbal(II) oksida

Dengan asam: PbO + 2 HCl → PbCl2 + H2O

Dengan basa: PbO + 2 NaOH + H2O → Na2[Pb(OH)4]

Beberapa unsur lain yang membentuk oksida amfoter adalah galium, indium, skandium, titanium, zirkonium, vanadium, kromium, besi, kobal, tembaga, perak, emas, germanium, timah, antimon dan bismut.

Molekul Amfoter

Menurut teori asam-basa Bronsted-Lowry:  asam adalah donor proton dan basa adalah aseptor proton. Suatu molekul atau ion amfoter dapat menyumbang atau menerima sebuah proton, dengan demikian bertindak baik sebagai asam atau basa. Air, asam amino, ion hidrogen karbonat dan ion hidrogen sulfat adalah contoh umum dari spesies amfoter. Karena mereka dapat menyumbang satu proton, semua zat amfoterik mengandung sebuah atom hidrogen. Juga, karena mereka dapat berfungsi seperti asam atau basa, mereka adalah amfoter.

Contoh

Satu contoh umum dari suatu zat amfoterik ialah ion hidrogen karbonat, yang dapat bertindak sebagai basa:

HCO3 + H3O+ → H2CO3 + H2O

Atau sebagai asam:

HCO3 + OH → CO32- + H2O

Jadi, asam dapat menerima atau menyumbangkan satu proton dengan efektif.

Air adalah contoh yang paling umum, yang bertindak sebagai basa ketika bereaksi dengan asam seperti hidrogen klorida:

H2O + HCl → H3O+ + Cl,

Dan bertindak sebagai asam ketika bereaksi dengan basa seperti ammonia:

H2O + NH3 → NH4+ + OH

Tidak Semua Zat Amfoter

Meskipun spesies amfoterik harus amfoterik, sebaliknya tidak benar. Sebagai contoh, oksida logam ZnO tidak mengandung  hidrogen dan tidak dapat menyumbang satu proton. Sebaliknyaitu adalah asam Lewis yang atom Zn-nya menerima pasangan elektron dari basa OH. Oksida logam dan hidroksida lainnya yang disebutkan di atas juga berfungsi sebagai asam Lewis daripada asam Brønsted.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s