Natrium Iodida dapat Mengatasi Kekurangan Iodium

Natrium iodida merupakan garam kristal, berwarna putih dengan rumus kimia NaI, dan digunakan dalam pelacakan radiasi, pengobatan defisiensi iodium, dan sebagai reaktan dalam reaksi Finkelstein.

Adapun sifat-sifatnya adalah:

  • Rumus molekul: NaI
  • Berat molekul: 149,89 gr/mol
  • Penampilan: Zat padat putih deliquescent
  • Bau: Tidak berbau
  • Densitas: 3,67 gr/cm3
  • Titik lebur: 661 °C; 1,222 °F; 934 K
  • Titik didih: 1.304 °C; 2.379 °F; 1.577 K
  • Kelarutan dalam air: 178,8 gr/100 mL (20 °C); 184 gr/100 mL (25 °C); 294 gr/100 mL (70 °C); 302 gr/100 mL (100 °C)
  • Kelarutan dalam pelarut lain: Larut dalam etanol dan aseton (39,9 gr/mL)
  • Keasaman (pKa): 8 – 9,5
  • Indeks refraksi (nD): 1,7745
  • Geometri koordinasi: Oktahedral
  • Entropi molar standar So298: 91 J·mol−1·K−1
  • Entalpi pembentukan standar ΔfHo298: −288 kJ·mol−1
  • Bahaya utama: Mengiritasi, dapat membahayakan janin
  • Titik nyala: Tidak terbakar

Produksi dan Kegunaan

Natrium iodida diproduksi dengan mereaksikan iodium dan natrium hidroksida. Natrium iodida umumnya digunakan sebagai suplemen makanan. Natrium iodida juga digunakan dalam sintesis kimia organik, fisika radiasi dan sebagai obat.

Suplemen Makanan

Natrium diodida, serta kalium iodida, secara umum digunakan untuk mengobati dan mencegah defisiensi iodium. Tablet garam beriodium mengandung satu natrium atau kalium iodida dengan 100.000 bagian natrium klorida.

Sintesis Kimia Organik

Natrium iodida digunakan  dalam reaksi Finkelstein, untuk konversi alkil klorida menjadi alkil iodida. Metoda ini berdasar-kan pada ketidaklarutan natrium klorida dalam aseton untuk mengendalikan reaksi ini:

R-Cl + NaI → R-I + NaCl ; R = alkil

Fisika Radiasi dan Kedokteran

Natrium iodida diaktifkan dengan talium,  NaI(Tl), saat diarahkan pada radiasi ionisasi, memancarkan foton (misalnya  sentilasi) dan digunakan dalam detektor sentilasi, secara tradisional dalam dalam kedokteran nuklir, geofisika, fisika nuklir, dan pengukuran lingkungan. NaI (Tl) adalah bahan kilau (scintillation) yang paling banyak digunakan.

Kristal ini biasanya digabungkan dengan tabung photomultiplier, dalam sebuah alat kedap udara yang  tertutup rapat, karena natrium iodida bersifat higroskopis. Penyetelan yang bagus dari beberapa parameter (misalnya, kekerasan radiasi, pijaran ekor, transparansi) dapat dicapai dengan memvariasikan kondisi pertumbuhan kristal.  Kristal dengan tingkat yang lebih tinggi dari doping yang digunakan dalam detektor sinar-X dengan kualitas spektrometri yang tinggi. Natrium iodida dapat digunakan baik sebagai kristal tunggal maupun sebagai polikristal untuk tujuan ini.

Garam iodida radioaktif dari natrium, Na131I, digunakan untuk pengobatan kanker tiroid dan hipertiroidisme.

Data Kelarutan dari Na-Iodida

Kelarutan dari Natrium Iodida (NaI) dalam berbagai pelarut (gr NaI/100 gr pelarut pada suhu 25 oC adalah:

  • H2O (air) : 184 gr
  • Ammonia cair: 162 gr
  • Sulfur dioksida cair: 15 gr
  • Metanol: 62,5 – 83,0 gr
  • Asam format: 61,8 gr
  • Asetonitril: 24,9 gr
  • Aseton: 28,0 gr
  • Formamida: 57 – 85 gr
  • Asetamida: 32,3 gr
  • Dimetil formamida: 3,7 – 6,4 gr
  • Diklorometana: 0,009 gr

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s