NATRIUM SELENIT: Fungsinya dari Suplemen Makanan sampai Kaca Berwarna

Natrium selenit merupakan suatu garam, zat padat tidak berwarna, dan merupakan senyawa selenium paling yang larut dalam air. Senyawa ini memiliki rumus kimia Na2SeO3 dan  Na2SeO3(H2O)5. Berturut-turut, ini adalah garam anhidrat dan pentahidratnya. Garam hidrat ini merupakan yang garam yang selenit yang lebih umum. Garam hidrat dan anhidrat berprilaku identik untuk tujuan ini, meskipun beratmolekul mereka berbeda.

Adapun sifat-sifatnya adalah:

  • Rumus molekul: Na2O3Se
  • Berat molekul: 172,94 gr mol−1
  • Penampilan: Zat padat tidak berwarna
  • Densitas: 3,1 gr/cm3
  • Titik lebur: Terurai pada 710 °C
  • Kelarutan dalam air: 85 gr/100 mL ( pada 20 °C)
  • Kelarutan dalam pelarut lain: Tidak larut dalam etanol, dan alkohol lain.
  • Struktur Kristal: Tetragonal
  • MSDS: ICSC 0698
  • Indeks Uni Eropa: 034-003-00-3
  • Klasifikasi Uni Eropa: Sangat beracun (T+); Berbahaya untuk lingkungan (N)

 Sintesis dan Reaksi Dasar

Natrium selenit biasanya dibuat melalui reaksi selenium dioksida dengan NaOH:

SeO2 + 2 NaOH → Na2SeO3 + H2O

Mirip dengan garam terkait natrium sulfit, Na2SeO3 memiliki fitur dianion piramida SeO32. Oksidasi anion ini memberikan Natrium selenat, Na2SeO4.

Aplikasi

Bersama dengan barium dan seng selenit terkait, natrium selenit terutama digunakan dalam produksi kaca tanpa warna alias kaca polos. Warna merah jambu diberikan oleh selenit ini yang membatalkan warna hijau yang diberikan oleh pengotor besi.

Berhubung selenium merupakan unsur penting, maka natrium selenit merupakan bahan dalam beberapa suplemen makanan.

FDA menyetujui suplemen selenium untuk makanan hewan, namun bentuk yang paling umum ialah natrium selenit untuk makanan hewan peliharaan. Menurut sebuah artikel, “tidak banyak diketahui mengenai mana senyawa selenium untuk disetujui bagi penggunaannya dalam makanan hewan ketika keputusan dibuat kembali pada 1970-an …. Pada saat aksi regulasi diambil, hanya garam anorganik selenium (natrium selenit dan natrium selenat) yang tersedia dengan biaya yang memungkinkan penggunaannya dalam pakan ternak.”

Keamanan

Selenium memang beracun, tetapi dalam konsentrasi tinggi. Dosis toksik kronis untuk manusia ialah sekitar 2,4 samapi 3 milligram selenium per hari. Namun demikian, kalau jauh di bawah dosis itu aman-aman saja.***

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s