BAGAIMANA DARAH MENGANGKUT KARBONDIOKSIDA?

 

KARBON DIOKSIDA (CO2) dibawa oleh darah baik dalam sel maupun dalam plasma. CO2 yang terkandung dalam darah arteri 50-53% volume, dan dalam darah vena CO2 mengandung sebanyak 54-60% volume (ml CO2 per 100 ml = % vol.).  Sesuai dengan data mengenai kestabilan CO2, 100 ml darah pada suhu 37 oC, terpapar dengan tegangan 40 mm Hg CO2 (sebagaimana ia, misalnya, dalam udara alveola atau darah arteri), hanya larut sekitar 2,9 ml. Hal ini nyatalah bahwa, seperti yang ditunjukkan untuk oksigen, mayoritas besar dari CO2 darah secara fisika tidak terlarut dalam plasma, tetapi harus terdapat dalam bentuk-bentuk yang lain. Hal itu terbagi atas tiga fraksi utama:

  1. Sejumlah kecil asam karbonat.
  2. “Ikatan karbamino” CO2, yang diangkut dalam kombinasinya dengan protein (terutama hemoglobin).
  3. Yang dibawa sebagai karbonat dalam kombinasinya dengan kation-kation, natrium atau kalium.

Karbamino yang berikatan dengan CO2, meskipun itu sekitar 20% saja dari total CO2 darah, itu penting dalam pertukaran gas ini disebabkan relatif tinggi laju reaksinya:

            CO2

Hb.NH2 ‹———› Hb.NH.COOH

Di mana Hb.NH2 menyatakan suatu gugus amino bebas dari hemoglobin (atau protein darah lainnya) yang mampu bergabung dengan karbon dioksida membentuk senyawa karbamino.

Jumlah CO2 yang terlarut secara fisika di dalam darah tidak besar, tetapi itu penting karena suatu perubahan dalam konsentrasinya akan menyebabkan kesetimbangan berikut ini bergeser:

            CO2 + H2O = H2CO3 = H+ + HCO3

KARBONAT ANHIDRASE

Laju pada mana kesetimbangan dalam reaksi di atas ditahan hamper 100 kali lebih lambat untuk menanggung jumlah CO2 yang dieliminasi dari darah tersebut dalam 1 detik yang dibolehkan untuk lewat melalui kapiler-kapiler pulmonary (paru-paru). Oleh  karena itu,  sekitar 70% CO2 dihasilkan dari fraksi itu yang di bawa sebagai karbonat dalam darah. Ini nampaknya tidak konsisten dengan yang diterangkan oleh reaksi dari suatu enzim, yaitu karbonat anhidrase, yang dikaitkan dengan hemoglobin dalam sel-sel darah merah (tidak pernah dalam plasma).

Enzim yang telah diisolasi dalam murni sangat murni dan ditunjukkan merupakan suatu kompleks protein-seng. Enzi mini secara spesifik mengkatalisis pengeliminasian CO2 dari H2CO3. Namun, reaksi ini berlangsung dalam dua arah (reversible). Pada jaringan, pembentukan H2CO3 dari CO2 dan H2O juga dipacu oleh enzim karbonat anhidrase. Sejumlah kecil karbonat anhidrase juga dijumpai dalam jaringan otot, dalam pankreas, dan spermatozoa. Kadar yang jauh lebih besar terjadi dalam sel-sel parietal dari lambung, di mana enzim tersebut termasuk dalam sekresi asam hidroklorida.

Karbonat anhidrase juga terjadi dalam tubula ginjal, di sini fungsinya juga termasuk dalam sekresi ion hidrogen.

PENGARUH CO2 TERHADAP Ph DARAH

Meskipun benar bahwa CO2 yang berasal dari jaringan akan membentuk asam karbonat seperti yang   ditunjukkan dalam reaksi di atas, sangat sedikit CO2 sebenarnya dapat dibawa  dalam bentuk ini karena pengaruh asam karbonat terhadap pH darah.

Hal ini diperkirakan bahwa dalam 24 jam paru-paru menghilangkan setara 20-40 liter asam normal sebagai asam karbonat. Muatan asam yang besar ini diangkut dengan sukses oleh darah dengan pH darah yang sangat beragam, karena kebanyakan dari asam karbonat yang terbentuk dikonversikan dengan tepat menjadi karbonat, seperti yang ditunjukkan dalam persamaana di bawah ini (B+ menyatakan kation dalam darah, terutama Na+ atau K+).

H2CO3 = H+ + HCO3 + B+ = BHCO3 + H+

Pada pH darah 7,40, perbandingan 20:1 harus terdapat antara fraksi bikarbonat dan asam karbonat. Rasio ini dihitung dari persamaan Henderson-Hasselbalch sebagai berikut:

pH darah = 7,4

pKa H2CO3 = 6,1

pH = pKa + log garam/asam

7,4 = 6,1 + log G/A (BHCO3/H2CO3); G = garam dan A = asam

1,3 = log BHCO3/H2CO3 à antilog 1,3 = 20

Karena itu: 20/1 = BHCO3/H2CO3

Bertambah atau berkurang dalam aktivitas ion hidrogen akan dijumpai melalui pengaturan dalam reaksi di atas. Sepanjang rasio ini dipertahankan, maka pH darah akan selalu normal. Suatu perubahan dalam rasio ini akan mengganggu keseimbangan asam-basa darah dalam pengaturan asidemia atau alkalemia.***

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s