Kalium Sulfat Pupuk yang Menyediakan Kalium dan Belerang

Kalium sulfat (K2SO4), juga disebut sulfatgaram abu (potash), arcanite, atau, dikenal sebagai garam abu belerang) ialah garam kristal putih tidak terbakar yang larut dalam air. Zat kimia ini digunakan secara umum sebagai pupuk, yang menyediakan kalium dan belerang.

Adapun sifat-sifatn Kalium sulfat ialah:

Rumus molekul: K2SO4

  • Berat molekul: 174,259 gr/mol
  • Penampilan: Zat padat putih
  • Bau: Tidak berbau
  • Densitas: 2,66 g/cm3
  • Titik lebur: 1.069 °C (1.956 °F; 1.342 K)
  • Titik didih: 1.689 °C (3.072 °F; 1.962 K)
  • Kelarutan dalam air: 111 gr/L (20 °C); 120 gr/L (25 °C); 240 gr/L (100 °C)
  • Kelarutan dalam pelarut lain: Sedikit larut dalam gliserol; Tidak larut dalam asetom, alkohol, CS2.
  • Keasaman (pKa): ~7
  • Indeks bias (nD): 1,495
  • Struktur Kristal: Ortorombik
  • MSDS: MSDS eksternal
  • Bahaya utama: Zat yang mengiritasi
  • Titik nyala: Tidak dapat menyala
  • LD50: 6600 mg/kg

Sejarah Penemuan

Kalium sulfat (K2SO4) telah dikenal sejak awal abad ke-14, dan zat ini diteliti oleh Glauber, Boyle dan Tachenius. Pada abad ke-17, zat ini dinamakan arcanuni atau sal duplicatum, karena zat ini merupakan kombinasi dari garam asam dengan garam basa. Senyawa ini juga dikenal sebagai vitriolic tartar dan garam Glaser atau sal polychrestum Glaseri setelah ahli kimia farmasi Christopher Glaser yang membuatnya dan menggunakan secara medis.

Sumber Alami

Bentuk mineral dari kalium sulfat, arcanite, relatif langka. Sumber alami kalium sulfat adalah mineral yang berlimpah sebagai garam Stassfurt. Hal ini membantu kristalisasi kalium sulfat dan sulfat-sulfat dari magnesium, kalsium dan natrium.

Mineral tersebut adalah:

  • Kainite, MgSO4·KCl·H2O
  • Schonite, K2SO4·MgSO4·6H2O
  • Leonite, K2SO4·MgSO4·4H2O
  • Langbeinite, K2SO4·2MgSO4
  • Glaserite, K3Na(SO4)2
  • Polihalite, K2SO4·MgSO4·2CaSO4·2H2O

Dari beberapa mineral seperti kainite, kalium sulfat dapat dipisahkan, karena garam yang berhubungan tersebut kurang larut dalam air.

Kieserite, MgSO4·H2O, dapat digabungkan dengan larutan kalium klorida yang menghasilkan kalium sulfat.

Produksi

Proses untuk produksi kalium sulfat serupa dengan yang digunakan untuk pembuatan natrium sulfat. Kalium sulfat dapat disintesis melalui reaksi kalium klorida dengan asam sulfat menurut proses Leblanc. Kalium sulfat diproduksi sesuai dengan reaksi berikut ini:

2 KCl + H2SO4 → 2 HCl + K2SO4

Proses Hargreaves menggunakan sulfur dioksida (SO2), oksigen dan air dan kalium klorida sebagai bahan pemula untuk menghasilkan kalium sulfat. Asam hidroklorida menguap. SO2 dihasilkan melalui pembakaran belerang (sulfur).

Sifat-sifat

Kristal anhidrat membentuk  sebuah piramida bersisi-enam ganda, tetapi dalam kenyataan diklasifikasikan sebagai rombik. Kristal ini transparan, sangat keras memiliki rasa pahit, asin. Garam ini larut dalam air, tetapi tidak larut dalam larutan kalium hidroksida (sp. gr. 1,35), atau dalam etanol absolut. Kalium sulfat meleleh pada 1.067 °C (1.953 °F).

Kegunaan

Penggunaan yang mendasar kalium sulfat ialah sebagai pupuk. K2SO4 tidak mengandung klorida, yang dapat membahayakan beberapa tanaman. Kalium sulfat lebih disukai untuk tanaman ini, yang meliputi tembakau dan beberapa buah dan sayuran. Tanaman yang kurang sensitif mungkin masih memerlukan sulfat untuk pertumbuhan optimal bila tanah mengakumulasi klorida dari air irigasi.

Adakalanya garam mentah juga digunakan dalam produksi kaca. Kalium sulfat digunakan juga sebagai  reduktor kilas dalam muatan zat pendorong artileri. Garam ini mereduksi moncong menyala, flareback (kembali menyala) dan ledakan tekanan berlebih.

Kalium Hidrogen Sulfat

Kalium hidrogen sulfat, KHSO4, mudah diproduksi dengan mencampurkan K2SO4 dengan jumlah setara mol asam sulfat. Ini membentuk piramida rombik, yang meleleh pada suhu 197 °C (387 °F). Kalium hidrogen sulfat dalam tiga bagian air pada 0 °C (32 °F). Larutan ini berprilaku seperti bila dua congener-nya, K2SO4 dan H2SO4, adalah sisi hadir berdampingan satu sama lain yang tidak bergabung, kelebihan etanol mengendapkan sulfat normal (dengan sedikit bisulfat) dengan sisa asam yang berlebih.

Prilaku dari garam kering yang menyatu mirip ketika dipanaskan sampai beberapa ratus derajat; ia beraksi dengan silikat, titanat, dst., sama caranya seperti asam sulfat yang dipanaskan melebihi titik didih alaminya. Oleh karena itu sering digunakan dalam kimia analitik sebagai zat disintegrasi.***

Advertisements

TIMBAL(II) IODIDA SEBAGAI PELACAK FOTON ENERGI TINGGI

Timbal(II) iodida (PbI2) atau plumbo iodida ialah suatu zat padat berwarna kuning cerah pada suhu kamar, yang reversibel menjadi merah bata pada pemanasan. Dalam bentuk kristal timbal(II) iodida digunakan sebagai suatu bahan pelacak  untuk foton energi tinggi yang meliuputi sinar-X dan sinar-gamma.

Timbal iodida adalah racun karena kandungan timbalnya. Pada abad kesembilan belas zat ini digunakan sebagai pigmen seniman ‘di bawah nama Iodine Yellow, tapi itu terlalu tidak stabil untuk menjadi berguna.

Timbal(II) iodida, nama lainnya adalah Plumbo iodida. Adapun sifat-sifatnya adalah:

  • Rumus molekul: PbI2
  • Berat molekul: 461,01 gr/mol
  • Penampilan: Serbuk kuning cerah
  • Bau: Tidak berbau
  • Densitas: 6,16 gr/cm3
  • Titik lebur: 402 °C, 675 K, 756 °F
  • Titik didih: 872 °C, 1145 K, 1602 °F
  • Kelarutan dalam air: 0,044 gr/100 mL (0 °C); 0,063 gr/100 mL (20 °C); 0,41 gr/100 mL (100 °C)
  • Dalam pelarut lain: Dalam etanol dan HCl dingin tidak larut; Dalam larutan basa dan KI dapat larut
  • Struktur kristal: Rombohedral, hP3, gugus ruang = P-3m1, No. 164
  • Geometri koordinasi: Oktahedral

Pembuatan PbI2

Timbal iodida dapat diperoleh sebagai endapan kuning dengan mereaksikan larutan timbal(II) nitrat dan kalium iodida:

Pb(NO3)2(aq) + 2KI(aq) → PbI2(s) + 2KNO3(aq)

Sifat-sifat Lain

Timbal(II)  iodida sedikit larut dalamair dingintapi sangatlarut dalamair panas, menghasilkanlarutantidak berwarna, pada pendinginan iamengkristalseperti platelet  heksagonalkuning.***

 

 

Total Zat Padat Terlarut (TDS) sebagai Petunjuk Estetika Karakteristik Air Minum

Total zat padat terlarut (Total Dissolved Solids, sering disingkat dengan TDS) adalah suatu ukuran kandungan kombinasi dari semua zat-zat anorganik dan organik yang terdapat di dalam suatu cairan sebagai: molekul, yang terionkan atau bentuk mikrogranula (sol koloida) yang terperangkap. Secara umum definisi operasionalnya adalah bahwa zat padat harus cukup kecil untuk lolos dari penyaringan melalui saringan berukuran 2 µm (mikrometer). Total zat padat terlarut secara normal hanya dibahas untuk sistem air tawar, karena salinitas meliputi sebagian dari ion-ion yang merupakan definisi dari TDS. Aplikasi dasar dari TDS ialah studi mengenai mutu air untuk aliran, sungai, dan danau, meskipun TDS secara umum tidak dianggap sebagai suatu zat cemar yang utama (misalnya, TDS tidak dianggap terkait dengan efek kesehatan) TDS digunakan sebagai satu petunjuk estetika karakteristik air minum dan sebagai suatu indikator agregat dari adanya pengukuran yang luas kontaminan-kontaminan zat kimia.
Sumber utama bagi TDS dalam penerimaan air adalah limpasan pertanian dan perumah-an, pencucian kontaminasi tanah dan titik sumber polusi debit air dari instalasi pengolahan industri atau limbah.
Konstituen-konstituen zat kimia yang paling umum adalah kalsium, fosfat, nitrat, nitrit, natrium, kalium dan klorida, yang ditemukan dalam limpasan zat hara, limpasan badai air umum air limpasan dari dari iklim bersalju di mana jalan diberi garam untuk menghilangkan es. Zat-zat kimia mungkin kation-kation, anion-anion, molekul-molekul atau aglomerasi di atas tingkat seribu molekul atau lebih kecil, asalkan mikro-granula terbentuk. Unsur-unsur TDS yang lebih eksis dan berbahaya adalah pestisida yang muncul dari limpasan air permukaan. Total zat padat terlarut tertentu yang terjadi secara alami muncul dari pelapukan dan pelarutan batuan dan tanah. Amerika Serikat telah menetapkan baku mutu air sekunder 500 mg/liter untuk menyediakan air minum palatabilitas.
Total zat padat terlarut dibedakan dari total zat padat yang melayang (total suspended solids, disingkat TSS), pada yang terakhir ini tidak dapat melewati saringan 2 mikrometer dan masih tanpa batas tersuspensi dalam larutan.
Istilah “zat padat yang dapat mengendap” atau “settleable solids” mengacu pada benda dengan ukuran berapa pun itu tetap tidak akan tersuspensi atau terlarut dalam sebuah tangki penampungan tidak terpengaruh oleh gerak, dan tidak termasuk baik TDS maupun TSS. Zat padat yang dapat mengendap mungkin termasuk partikel yang lebih besar atau molekul-molekul tak larut.

Pengukuran TDS

Dua cara dasar pengukuran TDS ialah gravimetri dan konduktivitas. Cara gravimetri adalah cara paling akurat dan meliputi penguapan pelarut cairan dan pengukuran massa residu yang tertinggal. Cara ini adalah yang terbaik, meskipun memakan waktu. Bila garam-garam anorganik yang meliputi mayoritas besar TDS, cara gravimetri tetap sangat tepat.
Konduktivitas listrik dari air terkait secara langsung dengan konsentrasi zat-zat padat terionisasi terlarut dalam air. Ion-ion dari zat-zat padat terlarut dalam air memberikan kemampuan bagi air untuk menimbulkan arus listrik, yang dapat diukur menggunakan conductivity meter konvensional atau TDS meter. Bila dikorelasikan dengan pengukuran TDS laboratorium, konduktivitas memberikan nilai bagi konsentrasi TDS, biasanya tingkat akurasinya 10%.

Simulasi Hidrologis

Model pengangkutan hidrologis digunakan untuk meng-analisa secara matematis pergerakan TDS di dalam sistem sungai. Model-model yang paling umum dialamatkan pada limpasan air permukaan, yang memungkinkan variasi dalam jenis penggunaan lahan, topografi, jenis tanah, tutupan vegetasi, curah hujan, dan praktek pengelolaan lahan (misalnya, tingkat aplikasi pupuk. Model limpasan air telah ditingkatkan ke tingkat akurasi yang baik dan memungkinkan evaluasi praktek pengelolaan lahan alternatif pada dampak terhadap kualitas air sungai.
Model bak digunakan untuk mengevaluasi lebih komprehensif total zat padat terlarut dalam bak tangkapan dan secara dinamis di sepanjang berbagai jangkauan aliran.
Model DSSAM dikembangkan oleh Badan Perlindungan Lingkungan (EPA) Amerika Serikat. Model transpor hidrologi secara aktual berdasarkan pada metrik muatan-zat cemar yang disebut “Total Maximum Daily Load” (TMDL), yang tertuju pada TDS dan zat-cemar kimia khas. Suksesnya model ini berkontribusi terhadap komitmen Dewan yang diperluas hingga penggunaan protokol yang menggaris-bawahi TMDL dalam kebijakan nasional untuk pengelolaan banyak sistem sungai di Amerika Serikat.

Implikasi Praktis

Tingkat TDS tinggi umumnya menunjukkan air sadah, yang dapat menyebabkan timbulnya kerak di dalam pipa, katup, dan saringan, mengurangi kinerja dan menambah biaya perawatan sistem. Efek ini dapat terlihat dalam akuarium, spa, kolam renang, dan sistem pengolahan air “reverse osmosis”. Secara khas, dalam aplikasi tersebut, total zat padat terlarut seringkali diuji, dan membran filtrasi harus diperiksa agar dapat mencegah efek-efek yang tidak menguntungkan.
Dalam kasus hidroponik dan akuakultur, TDS sering dipantau untuk menciptakan lingkungan kualitas air yang menguntungkan bagi produktivitas organisme. Untuk tiram air tawar, trouts, dan seafood lainnya yang bernilai tinggi, produktivitas tertinggi dan keuntungan ekonomi dicapai dengan menirukan TDS dan tingkat pH dari setiap spesies dengan lingkungan aslinya. Untuk penggunaan hidroponik, total zat padat terlarut dianggap merupakan salah satu petunjuk terbaik dari ketersediaan zat hara bagi tanaman air yang di-kembangkan.
Karena ambang batas dari kriteria estetika yang dapat diterima untuk air minum manusia ialah 500 mg/L, tidak ada kekhawatiran umum atas bau, rasa, dan warna pada tingkat jauh lebih rendah daripada yang diperlukan untuk bahaya. Sejumlah penelitian telah dilakukan dan menunjukkan beragam reaksi spesies mulai dari tidak toleran sampai toksisitas langsung karena TDS tinggi. Sejumlah hasil harus terus-menerus diinterpretasikan, sebagai hasil toksisitas yang benar akan berhubungan dengan konstituen kimia yang spesifik. Namun demikian, beberapa informasi numerik adalah panduan yang berguna untuk risiko alami dalam mengungkap organisme air atau hewan darat ke tingkat TDS tinggi. Kebanyakan ekosistem perairan yang melibatkan fauna ikan campuran dapat mentolerir tingkat TDS 1000 mg/l.
Fathead minnow (Pimephales promelas), misalnya, melepaskan konsentrasi LD50 dengan 5600 ppm berdasarkan pada pajanan 96 jam. LD50 adalah konsentrasi yang diperlukan untuk menyebabkan efek mematikan terhadap 50% populasi yang terpajankan. Daphnia magna, satu contoh yang baik dari satu anggota utama rantai makanan, ada-lah sejenis crustacea plankton, kira – kira 0,5 mm panjangnya, memiliki LD50 sekitar 10.000 ppm TDS selama 96 jam pajanan.

Ikan-ikan yang baru memijah dan ikan belum dewasa tampaknya lebih sensitif terhadap tingkat DTS tinggi. Sebagai contoh, ditemukan bahwa konsentrasi 350 mg/L TDS mengurangi pemijahan Striped bass (Morone saxatilis) di wilayah San Francisco Bay-Delta, dan bahwa konsentrasi di bawah 200 mg/L menunjukkan kondisi pemijahan lebih sehat. Di Sungai Truckee, EPA menemukan bahwa ikan remaja Lahontan cuttrout tunduk pada kematian yang lebih tinggi bila terkena stres polusi termal dikombinasikan dengan tinggi konsentrasi total zat padat terlarut.
Untuk hewan-hewan terestrial, unggas biasanya memiliki batas atas yang aman dari paparan TDS sekitar 2.900 mg/L, sedangkan untuk sapi perah diukur memiliki batas atas yang aman dari sekitar 7.100 mg/l. Penelitian telah menunjukkan bahwa paparan TDS diperparah dengan toksisitas ketika penyebab stres lain ada, seperti pH abnormal, kekeruhan tinggi, atau oksigen terlarut berkurang dengan stressor yang terakhir hanya bertindak dalam kasus Animalia.

Klasifikasi Air

Air dapat diklasifikasi berdasarkan jumlah TDS pere liter:
• Air tawar 5000 mg/L TDS

TDS meter

Sebuah TDS meter menunjukkan Total Dissolved Solids (TDS) dari suatu larutan, yaitu konsentrasi zat padat terlarut di dalamnya. Karena zat-zat padat terionisasi terlarut seperti garam-garam dan meniral-mineral menaikkan konduktivitas suatu larutan, maka TDS meter mengukur konduktivitas larutan tersebut dan menaksir TDS dari itu.
Zat-zat padat organik terlarut seperti gula dan partikel-partikel padat mikroskopis seperti koloid, tidak secara signifikan mempengaruhi konduktivitas suatu larutan sehingga TDS meter tidak melibatkan mereka dalam pembacaannya.

Satuan dari TDS

TDS meter suatu alat ukur yang menampilkan secara khas Total Zat Padat Terlarut (TDS) dalam bagian per juta (ppm). Misalnya, satu pembacaan TDS dengan 1 ppm akan menunjukkan terdapat 1 milligram zat padat terlarut dalam setiap kilogram air.

BAGAIMANA TOTAL ZAT PADAT MELAYANG (TSS) DIUKUR?

Total zat padat melayang (total suspended solids—TSS) adalah satu pengukuran kualitas air. TSS tercantum sebagai suatu zat cemar konvensional dalam “Clean Water Act” Amerika Serikat. Parameter ini pada satu waktu disebut residu yang tak dapat disaring (non-filterable residue—disingkat NFR), satu istilah yang mengacu pada pengukuran identik: berat kering partikel-partikel yang terperangkap pada saringan, terutama ukuran pori-pori khusus. Namun, istilah “non-filterable” (“tak dapat disaring”) yang dialami dari sebuah kondisi yang menghalangi penggunaan (untuk sains): dalam beberapa lingkaran (Oseanografi, misalnya) “dapat disaring”(“filterable”) berarti benda tersebut tertahan pada saringan, sehingga tidak dapat disaring (non-filterable) yang air dan partikel-partikelnya dilewatkan melalui saringan. Dalam bidang yang lain (Kimia dan Mikrobiologi misalnya) dan definisi-definisi kamus, “filterable” berarti hanya berlawanan: materi yang dilewatkan melalui saringan, biasanya disebut Total Zat Padat Terlarut atau TDS. Dengan demikian dalam ilmu kimia zat-zat padat non-filterable adalah materi yang tertahan yang disebut residu.

Pengukuran

TSS dari suatu sampel air ditentukan melalui penuangan satu volume air yang diukur dengan hati-hati (terutama 1 liter; tetapi kurang bila densitas partikel tersebut tinggi, atau sebanyak-banyaknya dua atau tiga liter untuk air sangat bersih) melalui saringan pra-timbang dari ukuran pori-pori khusus, kemudian menimbang saringan lagi setelah pengeringan untuk menghilangkan semua air. Saringan untuk pengukuran TSS secara khusus tersusun dari serat kaca. Keuntungan dengan berat ialah ukuran berat kering dari partikel yang ada dalam sampel air dinyatakan dalam satuan-satuan yang diturunkan atau yang dihitung dari volume air yang disaring (biasanya miligram per liter atau mg/L).
Setuju bahwa bila air mengandung sejumlah zat-zat terlarut yang cukup besar (karena tentu saja merupakan kasus bila mengukur TSS dalam air laut), itu akan bertambah pada berat saringan karena ia dikeringkan. Oleh karena itu penting untuk “mencuci” saringan dan sampel dengan air deionisasi setelah penyaringan sampel dan sebelum pengeringan saringan. Kegagalan untuk tahap ini adalah sebuah kesalahan yang cukup umum dibuat para teknisi laboratorium yang tidak berpengalaman yang bekerja dengan sampel air laut, dan akan dengan sempurna membuat tidak berlaku hasil yang diperoleh karena berat dari garam yang tertinggal di atas saringan selama pengeringan dapat dengan mudah melebihi benda partikel yang melayang.
Meskipun dimaksudkan untuk mengukur kira-kira sifat kualitas air yang sama seperti TSS, yang terakhir ini lebih berguna karena memberikan berat aktual dari bahan partikel yang ada dalam sampel.
Dalam memantau situasi mutu air, serangkaian pengukuran TSS lebih banyak tenaga kerja intensif akan disatukan dengan pengukuran kekeruhan yang relatif cepat dan mudah untuk mengembangkan hubungan lokasi-spesifik. Setelah ditetapkan dengan memuaskan, korelasi dapat digunakan untuk memperkirakan TSS dari pengukuran kekeruhan lebih sering dibuat, menghemat waktu dan usaha. Karena pembacaan kekeruhan agak bergantung pada ukuran, bentuk, dan warna partikel, pendekatan ini memerlukan perhitungan sebuah persamaan korelasi untuk setiap lokasi.
Selanjutnya, situasi atau kondisi yang cenderung pada partikel-partikel melayang yang lebih besar melalui gerakan air (misalnya, peningkatan arus aliran atau aksi gelombang) dapat menghasilkan nilai TSS yang lebih tinggi belum tentu disertai dengan peningkatan kekeruhan yang sesuai. Ini karena partikel-partikel di atas tertentu ukurannya (pada dasarnya lebih besar dari lumpur apa pun) tidak diukur melalui bangku turbidity meter (partikel ini mengenap-diam keluar sebelum pembacaan dilakukan), tetapi berkontribusi secara substansial terhadap nilai TSS.

Masalah Definisi

Meskipun TSS tampaknya menjadi ukuran langsung dari berat partikel yang diperoleh dengan memisahkan partikel dari sampel air dengan menggunakan filter, itu menjadi sebagai kadar yang ditentukan dari fakta bahwa partikel yang terjadi di alam di dasarnya sebuah kontinum ukuran.
Pada ujung bawah, TSS bergantung pada cut-off yang dibentuk oleh sifat dari filter yang digunakan. Pada ujung atas, cut-off harus menjadi pengecualian dari semua partikel terlalu besar untuk “melayang” dalam air.
Namun, ini bukan ukuran partikel tetap tetapi tergantung pada tingkat energetik dari situasi pada saat pengambilan sampel: partikel-partikel yang lebih besar melayang dalam air yang bergerak daripada air diam. Biasanya itu adalah kasus bahwa benda melayang tambahan disebabkan oleh pergerakan air adalah menarik.
Masalah tersebut sama sekali tidak membatalkan penggunaan TSS, konsistensi dalam metode dan teknik dapat mengatasi kekurangan dalam banyak kasus. Tetapi per-bandingan antara studi mungkin memerlukan pemeriksaan yang seksama terhadap metodologi yang digunakan untuk menetapkan bahwa studi tersebut sebenarnya mengukur hal yang sama.
TSS dalam mg/L dapat dihitung sebagai berikut:

TSS (mg/L) = (RF – F)/S x1.000.000

di mana :
– RF = Berat residu dan saringan kering (gr);
– F = Berat saringan kering (gr);
– S = Sampel (ml)

SENG KLORIDA APLIKASINYA LUAS

SENG KLORIDA ialah nama dari senyawa kimia dengan rumus ZnCl2 dan hidratnya. Seng klorida, dari mana sembilan bentuk kristal dikenal, adalah tak berwarna atau putih, dan sangat larut dalam air. ZnCl2 itu sendiri higroskopis dan bahkan deliquescent. Oleh karena itu sampel harus dilindungi dari sumber kelembaban, termasuk adanya uap air dalam udara biasa. Seng klorida menemui aplikasinya yang luas dalam pengolahan tekstil, fluks metalurgi, dan sintesis kimia. Tidak ada mineral dengan komposisi kimia ini yang dikenal selain dari mineral langka simonkolleite, Zn5(OH)8Cl2•H2O.

Nama IUPAC-nya Seng klorida; nama lainnya adalah Seng(II) klorida, Seng diklorida dan Mentega seng. Adapun sifat-sifatnya adalah:
• Rumus molekul: ZnCl2
• Berat molekul: 136,315 gr/mol
• Penampilan: Zat padat putih berbentuk Kristal
• Bau: Tidak berbau
• Densitas: 2,907 gr/cm3
• Titik lebur: 292 °C; 558 °F; 565 K
• Titik didih: 756 °C; 1393 °F; 1029 K
• Kelarutan dalam air: 4320 gr/L (25 °C)
• Kelarutan dalam alkohol: 4300 gr/L
• Kelarutan dalam pelarut lain: Larut dalam etanol, gliserol dan aseton
• Geometri koordinasi: Tetrahedral, linier dalam fase gas
• Klasifikasi Uni Eropa: Berbahaya (Xn); Korosif (C); Berbahaya bagi lingkungan (N)
• LD50: 350 gr/kg (oral, tikus)
• Indeks Uni Eropa: 030-003-00-2
• MSDS: MSDS eksternal
Struktur dan Sifat-sifat
Empat bentuk kristal (polimorf) dari ZnCl2 dikenal: α, β, γ, dan δ, dan dalam setiap kasus ion Zn2+ berkoordinasi secara tetrahedral untuk empat ion klorida.
Bentuk α β γ δ
Simetri Tetragonal Tetragonal Monoklin Ortorombik
Simbol Pearson tI12 tP6 mP36 oP12
Golongan I42d P42/nmc P21c Pna21
No 122 137 14 33
a (nm) 0,5398 0,3696 0.654 0,6125
b (nm) 0,5398 0,3696 0.3696 0,6443
c (nm) 0,64223 1,071 1.23328 0,7693
Z 4 2 12 4
ρ (gr/cm3) 3,00 3,09 2,98 2,98
Di sini, a, b, dan c adalah konstanta kisi, Z adalah jumlah unit struktur per unit sel dan ρ adalah densitas yang dihitung dari parameter strukturnya.

Bentuk ortorombik anhidrat murni (δ) dengan cepat berubah ke salah satu bentuk lainnya pada paparan terhadap atmosfer dan keterangan yang memungkinkan ialah ion OH− berasal dari air yang diserap yang memfasilitasi penataan-ulangnya. Pendinginan lelehan ZnCl2 yang cepat menghasilkan kaca, yaitu, zat padat amorf yang kaku dan kemampuan ini telah dikaitkan dengan struktur dalam lelehan tersebut.
Karakter kovalen dari bahan anhidrat ditunjukkan oleh titik leburnya yang relatif rendah, yaitu 275 °C. Bukti selanjutnya untuk kovalensi diberikan oleh kelarutan kloridanya dalam pelarut sangat ringan di mana bentuk hasil adisinya (adduk) dengan rumus ZnCl2L2, dimana L = ligan seperti O(C2H5)2. Dalam fase gas, molekul ZnCl2 adalah linier dengan panjang ikatan 205 pm.
Lelehan ZnCl2 memiliki viskositas tinggi pada titik leburnya dan konduktivitas listriknya rendah secara komparatif yang meningkat yang ditandai dengan suhu. Sebuah studi hamburan Raman dari lelehan menunjukkan adanya struktur polimer dan sebuah studi hamburan neutron menunjukkan adanya kompleks tetrahedral {ZnCl4}.
Hidrat
Lima hidrat dari seng klorida yang dikenal, yaitu ZnCl2(H2O)n di mana n = 1, 1½, 2½, 3 dan 4. Tetrahidrat ZnCl2(H2O)4 mengkristal dari larutan berair dari seng klorida.

Pembuatan dan Pemurnian
ZnCl2 anhidrat dapat dibuat dari seng dan HCl.
Zn(s) + 2 HCl → ZnCl2 + H2(g)
Bentuk terhidrasi dan larutan berair dapat dengan mudah dibuat sama dengan memperlakukan logam Zn dengan asam klorida. Seng oksida dan seng sulfida bereaksi dengan HCl:
ZnS(s) + 2 HCl(aq) → ZnCl2(aq) + H2S(g)
Tidak seperti banyak unsur lain, seng secara esensiil terdapat hanya dalam satu keadaan oksidasi, yaitu 2+, yang menyederhanakan pemurnian kloridanya.
Sampel seng klorida komersial sebenarnya mengandung air dan produk dari hidrolisis sebagai pengotor. Sampel tersebut dapat dimurnikan melalui sublimasi dalam aliran gas hidrogen klorida, diikuti dengan pemanasan sublimatnya pada suhu 400 °C dalam aliran gas nitrogen kering. Terakhir, metode yang paling sederhana bergantung pada perlakuan seng klorida dengan tionil klorida.
Reaksi
Lelehan ZnCl2 anhidrat pada suhu 500–700 °C melarutkan logam seng, dan, pada pendinginan cepat lelehannya, terbentuklah kaca diamagnetik berwarna kuning, yang dalam penelitian Raman menunjukkan mengandung ion Zn2+2.
Sejumlah garam mengandung anion tetraklorozinkat, ZnCl42−, dikenal. “Reagen Caulton,” V2Cl3(thf)6Zn2Cl6 adalah satu contoh dari garam yang mengandung Zn2Cl62−. Senyawa Cs3ZnCl5 mengandung ZnCl42− dan anion Cl−. Tidak ada senyawa yang mengandung ion ZnCl64− yang telah dicirikan.
Sementara seng klorida sangat larut dalam air, larutannya tidak dapat dianggap hanya mengandung ion-ion terlarut Zn2+ dan Cl–, spesies ZnClxH2O(4-x) juga ada.
Larutan berair dari ZnCl2 adalah asam: larutan berair 6 M memiliki pH = 1. Keasaman dari larutan ZnCl2 berair yang relatif terhadap larutan garam Zn2+ lain karena pembentukan kompleks aqua kloro tetrahedal di mana reduksi dalam bilangan koordinasi dari 6 ke 4 selanjutnya mereduksi kekuatan ikatan O-H dalam molekul air yang terlarut.
Dalam larutan basa dengan adanya ion OH− berbagai anion seng hidroksiklorida terdapat dalam larutan, misalnya ZnOH3Cl2−, ZnOH2Cl2−2, ZnOHCl2−3, dan Zn5OH2Cl3•H2O (simonkolleite) mengendap.
Bila ammonia digelembungkan melalui larutan seng klorida hidroksidanya tidak mengendap, selain senyawa-senyawa yang mengandung ammonia (ammina) dikompleksasi dihasilkan, Zn(NH3)4Cl2 • H2O dan pada konsentrasi ZnCl2(NH3)2. Pembentuknya mengandung ion Zn(NH3)62+ dan kemudian molekul dengan geometri tetrahedral terdistorsi. Spesies dalam larutan berair telah diselidiki dan menunjukkan bahwa Zn(NH3)42+ adalah spesies utama yang ada bersama Zn(NH3)3Cl+ juga terdapat pada perbandingan NH3:Zn.
Sengklorida berair bereaksi dengan seng oksida yang membentuk semen amorf yang pertama kali diselidiki pada tahun 1855 oleh Stanislas Sorel. Sorel kemudian melanjutkan menyelidiki semen magnesium oksiklorida terkait, yang menghalangi namanya.
Saat dihidratkan seng klorida dipanaskan, satu yang didapat residu Zn(OH)Cl misalnya.
ZnCl2•2H2O → ZnCl(OH) + HCl + H2O
Senyawa ZnCl2•½HCl•H2O dapat dibuat melalui pengendapan hati-hati dari larutan ZnCl2 yang diasamkan dengan HCl dan ini mengandung satu anion polimerik (Zn2Cl5−)n dengan keseimbangan ion hidronium monohidrat, ion H5O2+.
Pembentukan gas HCl anhidrat sangat reaktif terbentuk ketika seng klorida hidrat dipanaskan merupakan dasar dari spot test anorganik kuantitatif.
Penggunaan seng klorida sebagai fluks, kadang-kala dalam campuran dengan ammonium klorida, yang melibatkan produksi HCl dan reaksi berikutnya dengan permukaan oksida. Seng klorida membentuk dua garam bersama ammonium klorida, (NH4)ZnCl4 dan (NH4)3ClZnCl4, yang terurai pada pemanasan yang hanya melepaskan HCl saja seperti seng klorida hidrat. Aksi dari fluks seng klorida/ammonium klorida, misalnya, dalam proses hot dip galvanizing menghasilkan gas H2 dan asap ammonia.
Selulosa larut dalam larutan ZnCl2 berair dan kompleks seng-selulosa telah dilacak. Selulosa juga larut dalam lelehan ZnCl2 hidrat dan karboksilasi dan asetilasi dilakukan pada polimer selulosa.
Dengan demikian, meskipun banyak garam seng memiliki rumus yang berbeda dan struktur kristal yang berbeda, garam-garam ini berperilaku sangat mirip dalam larutan berair. Sebagai contoh, larutan yang dibuat dari salah satu polimorf ZnCl2 serta halida lainnya (bromida, iodida) dan sulfat yang sering dapat digunakan secara bergantian untuk pembuatan senyawa-senyawa seng lainnya. Ilustrasi pembuatan seng karbonat adalah:
ZnCl2(aq) + Na2CO3(aq) → ZnCO3(s) + 2 NaCl(aq)
Aplikasi
Sebagai Fluks Metalurgi
Seng klorida memiliki kemampuan untuk bereaksi dengan oksida logam (MO) untuk memberikan rumus MZnOCl2. Reaksi ini adalah sejalan dengan kegunaan larutan ZnCl2 sebagai fluks untuk menyolder (soldering) — ia melarutkan lapisan oksida yang mengenai permukaan logam yang bersih. Fluks dengan ZnCl2 sebagai bahan aktif terkadang disebut “cairan pengencer”. Secara khas fluks ini dibuat dengan melarutkan zinc foil dalam HCl encer sampai cairan berhenti mengeluarkan hidrogen; atas alasan ini, fluks tersebut dikenal sebagai “killed spirits”. Disebabkan sifat korosifnya, fluks ini tidak cocok untuk suasana di mana setiap residu tidak dapat dibersihkan, seperti kerja elektronik. Sifat ini juga menyebabkan penggunaannya dalam pembuatan semen magnesium untuk tambalan gigi dan obat kumur tertentu sebagai bahan aktif.

Dalam Proses Tekstil
Larutan berair pekat seng klorida (lebih dari 64% berat / berat seng klorida dalam air) memiliki sifat menarik yang melarutkan pati, sutra, dan selulosa. Dengan demikian, larutan tersebut tidak dapat disaring melalui kertas saring standar. Relevan dengan afinitasnya untuk materi ini, ZnCl2 digunakan sebagai zat kedap-api (fireproofing agent) dan sebagai penyegar (refreshener) kain seperti Febreze.
Granat Asap
Campuran asap seng klorida (“HC”) digunakan sebagai granat asap yang mengandung seng oksida dan heksakloroetana, yang, ketika dinyalakan, bereaksi membentuk asap seng klorida, saringan asap yang efektif.
Deteksi Sidik-Jari
Ninhidrin bereaksi dengan asam amino dan amina membentuk senyawa berwarna “ungu Ruhemann” (RP). Penyemprotan dengan larutan seng klorida membentuk 1:1kompleks RP:ZnCl(H2O)2, yang lebih mudah dideteksi karena fluoresennya lebih baik dari ungu Ruhemann.
Desiinfektan
Secara historis, larutan seng klorida berair encer digunakan sebagai desinfektan di bawah nama “Cairan Desinfeksi Burnett”. Cairan ini juga digunakan dalam beberapa merek dagang obat kumur antiseptik komersial.
Keamanan
Seng klorida ialah zat yang mengiritasi kulit dan pernafasan menurut MSDS. Tindakan pencegahan yang berlaku untuk ZnCl2 anhidrat adalah dapat diaplikasikan untuk halida logam anhidrat lainnya, yaitu hidrolisis dapat eksotermik dan kontak harus dihindari. Larutan pekat asam dan korosif, dan menyerang selulosa dan sutra secara spesifik seperti asam Lewis.
Asap seng klorida memiliki batas paparan ditetapkan, karena Administrasi Keselamatan Kerja dan Kesehatan dan Institut Nasional untuk Keselamatan Kerja dan Kesehatan memiliki set batas pada 1 mg/m3 selama delapan jam waktu rata-rata. Batas paparan jangka pendek untuk paparan ditetapkan pada 2 mg/m3. Sebuah eksplosur Immediately Dangerous to Life and Health menetapkan sebesar 50 mg/m3.***

Minyak Jojoba, Pengganti Minyak Ikan Paus sampai Biodiesel Murah dan Berkelanjutan

Minyak jojoba adalah cairan yang dihasilkan dalam biji Simmondsia chinensis (Jojoba), tanaman semak-semak yang berasal dari selatan Arizona, California selatan, dan barat laut Meksiko. Minyak ini membentuk sekitar 50% berat dari biji jojoba.
Minyak jojoba yang belum dimurnikan tampak seperti cairan jernih keemasan pada suhu kamar dengan sedikit berbau kacang. Minyak jojoba yang dimurnikan tidak berbau dan tidak berwarna.
Titik lebur minyak jojoba sekitar 10°C dan bilangan iodium sekitar 80 meq. Minyak jojoba relatif stabil bila dibandingkan dengan minyak nabati lain terutama karena minyak ini tidak mengandung trigliserida, tidak seperti kebanyakan minyak nabati lain seperti minyak biji anggur dan minyak kelapa.
Minyak ini memiliki indeks stabilitas oksidatif sekitar 60, yang berarti bahwa minyak ini lebih stabil dibandingkan minyak safflower, minyak kanola, minyak almond atau akualena tetapi kurang dibandingkan minyak jarak dan minyak kelapa.
Sifat Fisika
Sifat-sifat fisika minyak jojoba adalah:
• Titik beku: 7-10,6°C
• Indeks bias (nD): 1,4650 pada 25°C
• Specific gravity: 0,863 pada 25°C
• Titik asap: 195°C
• Titik nyala: 295°C
• Bilangan iodium: 82 meq
• Viskositas: 48 cSt pada 99°C; 127 cSt pada 37,8°C
• Indeks viskositas: 190-230
Adapun komposisi Asam lemak minyak jojoba adalah:
• Asam palmitolat(C16:1): 0,24%
• Asam oleat (C18:1): 0,66%
• Asam 11-eikosenoat (C20:1): 30,3%
• Asam 9-godoelat (C20:1): 14,6%
• Asam dokosenoat (C22:1): 14,2%
• Asam dokosdienoat (C22:2): 33,7%
Kegunaan Minyak Jojoba
Minyak Jojoba digunakan sebagai pengganti minyak ikan paus dan turunannya, seperti setil alkohol. Larangan atas impor minyak ikan paus ke Amerika Serikat pada 1971 menyebabkan penemuan minyak jojoba ini “dalam banyak hal lebih unggul minyak sperma untuk aplikasi dalam kosmetik dan industri lainnya.”
Minyak Jojoba dijumpai sebagai aditif dalam banyak produk kosmetika, terutama yang dipasarkan sebagai yang dibuat dari bahan-bahan alami. Terutama, produk tersebut secara umum mengandung jojoba yaitu lotion dan pelembab, shampoo dan kondisioner. Atau, minyak aslinya sendiri dapat digunakan pada kulit, rambut, atau kutikula.
Minyak Jojoba ialah fungisida, dan dapat digunakan untuk mengontrol jamur.
Seperti olestra, minyak jojoba ialah minyak yang dapat dimakan tetapi non kalori dan tidak dapat dicerna, yang berarti minyak ini akan lewat melalui usus tanpa perubahan dan dapat menyebabkan kondisi tinja yang disebut steatorrhea.
Biodiesel jojoba telah dieksplorasikan sebagai bahan bakar yang murah, berkelanjutan yang dapat berfungsi sebagai pengganti bagi minyak diesel yang berasal dari minyak bumi. ***

Kayu Manis dan Komposisi Kimia yang Berkhasiat Obat

Kayu manis merupakan rempah-rempah yang diperoleh dari kulit bagian dalam beberapa pohon dari genus Cinnamomum yang digunakan dalam makanan manis dan gurih. Sementara Cinnamomum verum kadang-kadang dianggap sebagai “kayu manis benar”, sebagian besar kayu manis dalam perdagangan internasional berasal dari spesies terkait, yang juga disebut sebagai “cassia” untuk membedakan mereka dari “kayu manis sebenarnya”.
Cinnamon adalah nama mungkin untuk selusin spesies pohon dan produk rempah-rempah komersial yang beberapa dari yang dihasilkannya. Semuanya anggota dari genus Cinnamomum dalam keluarga Lauraceae. Hanya beberapa dari mereka yang ditanam secara komersial untuk rempah-rempah.
Etimologi
Nama “kayu manis” berasal dari bahasa Yunani, kinnámōmon, mungkin dari Fenisia. Dalam bahasa Hindi disebut dal chini. Dalam bahasa Urdu itu disebut dar chini.
Di Sri Lanka, dalam bahasa Sinhala, cinnamon dikenal sebagai kurundu dan dicatat dalam bahasa Inggris pada abad ke-17 sebagai “korunda”. Cinnamon disebut karuva dalam bahasa Malayam, dan Tamil. Varian Tamil lain adalah Pattai. Di Indonesia, di mana kayu manis dibudidayakan di Jawa dan Sumatera, disebut kayu manis (“sweet wood”). Dalam beberapa bahasa Eropa, kata untuk cinnamon berasal dari kata Latin cannella, atau canna, berbentuk “tabung”, dari caranya menggulung saat dikeringkan.
Informasi Gizi
Sepuluh gram (sekitar 2,1 sendok teh) kayu manis mengandung:
• Energi: 103,4 kJ (24,7 kcal)
• Lemak: 0,12 gr
• Karbohidrat: 8,06 gr (dengan serat: 5,31 gr; gula: 0,2 gr)
• Protein: 0,4 gr
Flavour, Aroma dan Rasa
Rasa kayu manis adalah karena minyak esensial aromatik yang membentuk 0,5% sampai 1% dari komposisi. Minyak esensial ini dibuat secara kasar sekitar kulit, maserasinya dalam air laut, dan kemudian dengan cepat penyulingan keseluruhan.
Ini adalah warna kuning keemasan, dengan bau yang khas dari kayu manis dan rasa aromatik sangat panas. Rasa pedas dan aroma datang dari aldehida sinamat atau sinamaldehida (sekitar 90% minyak atsiri dari kulit kayu) dan, melalui reaksi dengan oksigen karena usia, warnanya menjadi gelap dan membentuk senyawa resin. Komponen kimia lainnya dari minyak esensial ini meliputi etil sinamat, eugenol (ditemukan terutama di daun), beta-caryophyllene, linalool, dan methyl chavicol.
Kegunaan
Kulit kayu manis luas digunakan sebagai bumbu. Hal ini terutama digunakan dalam masakan sebagai bumbu dan bahan bumbu. Kayu manis digunakan dalam pembuatan coklat, terutama di Meksiko, yang merupakan importir utama kayu manis. Kayu manis juga digunakan dalam banyak resep hidangan penutup, seperti pie apel, donat, dan roti kayu manis serta permen pedas, kopi, teh, cokelat panas, dan minuman. Kayu manis yang sebenarnya, lebih baik daripada cassia, lebih cocok untuk digunakan dalam hidangan manis.
Di Timur Tengah, kayu manis sering digunakan dalam masakan gurih dari ayam dan domba. Di Amerika Serikat, kayu manis dan gula sering digunakan untuk sereal rasa, masakan berbasis roti, seperti roti, dan buah-buahan, terutama apel, campuran kayu manis-gula bahkan dijual terpisah untuk tujuan tersebut. Hal ini juga digunakan dalam masakan Turki untuk hidangan manis dan gurih.
Kayu manis juga dapat digunakan dalam acar. Kulit kayu manis adalah salah satu dari beberapa rempah-rempah yang dapat dikonsumsi secara langsung. Bubuk kayu manis telah lama menjadi bumbu penting dalam masakan Persia, yang digunakan dalam berbagai sup kental, minuman, dan permen. Hal ini sering dicampur dengan air mawar atau rempah-rempah lain untuk membuat kari bubuk berbasis kayu manis untuk semur atau hanya ditaburkan pada perlakuan manis (terutama shole-Zard, Persia). Kayu msnid juga digunakan sebagai sambar atau bubuk Bisi Belebath di Karnataka, yang memberikan aroma yang kaya dan rasa yang unik.
Kayu manis telah diusulkan untuk digunakan sebagai obat nyamuk, meskipun masih belum teruji. Minyak daun kayu manis telah ditemukan sangat efektif dalam membunuh larva nyamuk. Dari senyawa yang ditemukan dalam minyak atsiri dari daun kayu manis, sinamil asetat, eugenol, dan anethole, dan cinnamaldehyde tertentu, ditemukan memiliki efektivitas tertinggi terhadap larva nyamuk.
Kayu manis, sebagai zat hangat dan kering, diyakini oleh dokter di zaman kuno untuk menyembuhkan gigitan ular, bintik-bintik, pilek, dan masalah ginjal, antara penyakit lainnya.Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa beberapa zat dalam kayu manis, terutama kumarin, dapat menyebabkan kerusakan hati pada beberapa orang yang sensitif.
Kayu manis bersama dengan bawang putih digunakan sebagai pengawet ikan dan daging dan di masa depan dapat digunakan dalam lapisan dalam plastik karena memiliki sifat antimikroba hingga 120 derajat Celcius, mereka juga dapat digunakan untuk mengawetkan makanan yang digoreng.
Sebagai Citarasa Minuman Beralkohol
Kayu manisi adalah aroma yang populer dalam berbagai minuman beralkohol. Fireball Cinnamon Whisky adalah minuman wiski berbasis rasa kayu manis yang dihasilkan oleh Perusahaan Sazerac. Produk agak mirip – Red Stag dibumbui oleh Jim Beam, DeKuyper Hot Damn!, Gold Strike cairan kayu manis yang berisi potongan emas, diproduksi oleh Lucas Bols, Hood River Distillers SinFire Cinnamon Whisky dan Goldschlager Cinnamon Schnapps mengandung serpihan emas – yang juga memiliki kayu manis sebagai bumbu dalam minuman potensi tinggi.
Produk lainnya vodka yang mengandung kayu manis-diinfus, termasuk Cinna-Sugar Twist Smirnoff. Pada November 2013, Vodka Pinnacle Beam dan Cinnabon bekerja sama untuk memperkenalkan merek mereka sendiri vodka rasa kayu manis, Cinnabon Vodka. Namun yang lain adalah Stolichnaya Zinamom vodka.
Ramuan brendi kayu manis, yang disebut “Cinnamon liqueur” dan dibuat dengan alkohol suling, yang populer di bagian Yunani. Bagi mereka yang ingin membuat sendiri “minuman kayu manis” mereka ada banyak kontroversi mengenai bahan-bahan yang tepat. Khususnya, beberapa diklaim sebagai “kayu manis” (yang ditemukan dalam “batang kayu manis”) sebenarnya bukan kayu manis. Karena yang terakhir mungkin dilarang atau dibatasi di beberapa negara karena adanya kumarin.
Ada banyak minuman yang diinfus-kayu manis di pasar.
Efek yang Menguntungkan
Kayu manis digunakan sebagai obat tradisional, dan beberapa penelitian telah menguji zat-zat kimia yang diekstrak dari kayu manis untuk berbagai efek obat yang memungkinkan.
Anti-virus
Dalam satu uji eksperimen pengaruh dari berbagai tanaman yang digunakan sebagai obatan tradisional India, ekstrak dari Cinnamomum cassia memiliki efek terhadap HIV-1. Studi lainnya menemukan bahwa eugenol, suatu zat kimia yang ditemukan pada tanaman lain, menghambat replikasi virus yang menyebabkan herpen in vitro. Senyawa cinnzeylanine, dari C. zeylanicum, juga memiliki sifat-sifat antivirus dalam sistem model yang menggunakan sel ulat sutra.

Diabetes
Dua studi telah menunjukkan bahwa termasuk kayu manis dan ekstrak kayu manis dalam makanan mungkin membantu diabetes tipe-2 untuk mengontrol kadar glukosa darah. Satu studi yang menggunakan C. cassia, sedangkan studi yang lain menggunakan ekstrak (yang dibuat dari Cinnamomum aromaticum China, nama lama untuk C. cassia).
Terlepas dari flavanol yang paling umum (epi) catechin dan (epi) epiafzelekin, proanthocyanidin kayu manis mengandung unit (epi) catechingallate dan (epi) gallocatechin. Selain itu, proanthocyanidin ini tersedia secara biologis (bioavailable) dan mungkin memiliki efek pada jaringan target.
Namun studi tinjauan Cochrane yang diterbitkan pada tahun 2012 menemukan bahwa kayu manis tidak lebih efektif daripada plasebo dalam mengurangi kadar glukosa dan glikosilasi hemoglobin A1c (HbA1c) (pengukuran jangka panjang kontrol glukosa pada diabetes). Penulis menyimpulkan bahwa “Ada bukti yang cukup untuk mendukung penggunaan kayu manis untuk diabetes tipe 1 atau diabetes mellitus tipe 2”.
Antioksidan
Eksperimen farmakologi menunjukkan bahwa sinamat aldehida (sinamadehida) yang berasal dari diet kayu manis mengaktifkan respon antioksidan Nrf2 tergantung pada sel epitel usus manusia dan karena itu mungkin merupakan faktor diet kemopreventif eksperimental menargetkan karsinogenesis kolorektal. Dokumen penelitian terbaru aktivitas antimelanoma aldehida sinamat diamati dalam kultur sel dan model tikus melanoma manusia.
Penyakit Alzheimer
Sebuah studi 2011 yang memisahkan suatu zat, CEppt dalam tanaman kayu manis yang menghambat perkembangan penyakit Alzheimer pada tikus. CEppt, suatu ekstrak dari kulit kayu manis, tampaknya dapat mengobati tikus model dengan penyakit Alzheimer.
Efek Samping
Otoritas Keamanan Pangan Eropa pada 2008 menganggap toksisitas dari kumarin, diketahui menyebabkan kerusakan ginjal dan hati dalam konsentrasi tinggi dan komponen yang signifikan dari kayu manis, dan efek metabolisme pada manusia dengan CYP2A6 polimorfisme, dan dikonfirmasi maksimum yang direkomendasikan Tolerable Daily Intake (TDI) 0,1 mh kumarin per kg berat badan. Uni Eropa menetapkan satu petunjuk untuk kandungan kumarin maksimum dalam bahan makanan 50 mg/kg adonan dalam makanan musiman, dan 15 mg/kg dalam kanan sehari-hari yang dipanggang. Batas ini cukup rendah untuk mempengaruhi citarasa kue kayu manis. ***