LAKMUS, INDIKATOR pH TERTUA YANG MASIH EXIST

LAKMUS merupakan capuran pewarna berbeda yang larut dalam air, yang diekstrak dari lichenes, terutama Roccella tinctoria. Campuran warna ini sering diserap pada kertas saring untuk menghasilkan salah satu bentuk indikator pH tertua, yang digunakan untuk menguji keasaman bahan. Kertas lakmus biru berubah merah pada kondisi asam dan kertas lakmus merah berubah biru pada kondisi basa (alkalis), dengan perubahan warna terjadi melalui rentang pH 4,5–8,3 pada suhu 25 °C. Kertas lakmus netral berwarna lembayung. Lakmus juga dapat dibuat sebagai larutan encer yang berfungsi serupa. Pada kondisi asam larutan ini berwarna merah, dan pada kondisi basa larutan ini berwarna biru.
Lakmus campuran memiliki CAS number 1393-92-6 dan mengandung 10 sampai 15 pewarna berbeda. Kebanyakan dari komponen kimia lakmus mungkin sama dengan campuran yang terkait dikenal sebagai orcein, tetapi dalam proporsi yang berbeda. Berbeda dengan orcein, konstituen utama lakmus memiliki berat molekul rata-rata 3300.
Indikator asam-basa lakmus bergantung pada sifat-sifat kromofor mereka, yaitu 7-hidroksifenoksazon. Beberapa fraksi lakmus diberi nama spesifik termasuk erythrolitmin (atau erythrolein), azolitmin, spaniolitmin, leucoorcein dan leucazolitmin. Azolitmin menunjukkan efek yang hampir sama seperti lakmus.
Sejarah Singkat
Lakmus digunakan untuk pertama sekali sekitar tahun 1300 M oleh ahli kimia Spanyol Arnaldus de Villa Nova. Dari abad ke-16, pewarna biru diekstrak dari beberapa lumut (lichenes), khususnya di Negeri Belanda.
Sember Alami
Lakmus dapat ditemukan dalam beberapa spesies lumus (lichenes) berbeda. Pewarna ini diekstrak dari spesies seperti Roccella tinctoria (Amerika Selatan), , Roccella fuciformis (Angola dan Madagaskar), Roccella pygmaea (Aljazair), Roccella phycopsis, Lecanora tartarea (Norwegia, Swedia), Variolaria dealbata, Ochrolechia parella, Parmotrema tinctorum dan Parmelia.
Baru-baru ini, sumber utama adalah Roccella montagnei (Mozambik) dan Dendro-grapha leucophoea (California).
Kegunaan
Penggunaan utama lakmus ialah untuk menguji apakah suatu larutan asam atau basa. Kertas lakmus basah juga dapat digunakan untuk menguji gas-gas yang larut dalam air; yang yang larut dalam air menghasilkan larutan berwarna kertas lakmus. Misalnya, gas ammonia, yang bersifat basa (alkalis), warna kertas lakmus merah adalah biru.
Reaksi kimia lain selain reaksi asam-basa dapat juga menyebabkan perubahan warna pada kertas lakmus. Misalnya, gas klor mengubah kertas lakmus biru menjadi putih—kertas lakmus diputihkan, karena adanya ion hipoklorit. Reaksi ini tidak timbal-balik dan oleh karena itu lakmus tidak berfungsi indikator dalam suasana ini.***

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s