MEROKOK BERARTI MENGASUP BENZEN

MEROKOK berarti merokok mengasup benzene. Apa itu Benzen? Benzen merupakan suatu zat kimia organik dengan rumus molekul C6H6. Benzen terkadar disingkat dengan Ph-H. Benzen, cairan tak berwarna dan sangat mudah menyala dengan bau yang manis. Karena benzen menyandang status „karsinogenik“, maka penggunaannya sebagai aditif dalam bensin kini sangat terbatas. Meskipun demikian, benzen merupakan pelarut dan prekursor penting industri dalam memproduksi obat-obatan, plastik, karet sintetik, dan zat warna. Benzen merupakan konstituen alami dari minyak mentah, dan dapat disintesis dari senyawa-senyawa lain yang ada dalam minyak bumi.

Nama IUPAC senyawa ini ialah benzen, sedang Benzoil, atau Sikloheksa-1,3-5-trien julukan lain yang ditujukan padanya.

Sejarah Penemuan

Secara histroris kata „benzen“ berasal dari „getah benzoin“, terkadang disebut „benjamin“, yaitu resin benzoin, suatu resin aromatik yang terkenal bagi ahli farmasi Eropa dan parfum sejak abad ke-15 sebagai produk dari Asia Tenggara. „Benzoin“ itu sendiri diambil dari perkataan Arab „luban jawi“, atau „dupa dari Jawa.“ Suatu zat yang bersifat asam yang berasal dari benzoin melalui sublimasi, dan dinamakan „bunga dari benzoin“, atau asam benzoat. Hidrokarbon yang berasal dari asam benzoat, dengan demikian diperoleh nama benzin, benzol atau benzen.

Michael Faraday, orang pertama yang mengisolasi dan mengidentifikasi benzen pada 1825 dari residu minyak yang berasal dari produksi gas yang menerangi, yang memberinya nama „Hidrogen Bikarburet“ („Bicarburet of Hydrogen“). Pada 1833, Eilhard Mitscherlich memproduksi benzen lewat penyulingan asam benzoat (dari getah benzoin) dan kapur. Beliau memberi nama senyawa tersebut benzin.

Pada 1836, kimiawan Prancis Auguste Laurent menamakanzat tersebut „phene“—akar kata dari phenol—merupakan benzen terhidroksilasi, dan phenyl, merupakan radikal yang terbentuk melalui penapisan atom hidrogen dari benzen.

Pada 1845, Charles Mansfield, yang bekerja di bawah bimbingan August Wilhelm von Hofmann, mengisolasi benzen dari tar batubara. Empat tahun kemudian, Mansfield mulai memproduksi benzen berskala industri pertama, berdasarkan metoda tar batubara.

Secara bertahap sensasi yang berkembang di antara para kimiawan bahwa zat-zat yang terkait dengan benzen merupakan keluarga kimia alami. Pada 1855 August Wilhelm Hofmann menggunakan kata „aromatik“ untuk menandai hubungan keluarga ini, sesuai dengan sifat-sifat karakteristik dari banyak keluarga anggotanya.

Pajanan terhadap Benzen

Pekerja Industri

Para pekerja di berbagai industri yang membuat atau menggunakan benzen kemungkinkan besar beresiko terkena zat kimia karsinogenik tingkat tinggi ini. Industri-industri yang menggunakan benzen antara lain karet, pemurnian minyak, kilang kokas dan zat kimia pembuat sepatu, serta industri-industri berhubungan dengan bensin.

Operasi industri minyak bumi lepas pantai termasuk kategori ini. Pengilangan, perpipaan, terminal curah dan truk, pusat-pusat pelayanan bensin, tangki penyimpanan bawah tanah, dan pembersih tangki.

Perokok

Pajanan benzen pada masyarakat umum terutama terjadi melalui pernafasan. Sumber utama benzen ialah asap tembakau (sekitar 50%), serta pusat-pusat layanan kendaraan, gas buang dari kendaraan bermotor dan emisi industri (sekitar 20%). Uap atau gas-gas dari produk-produk yang mengandung benzen, seperti lem, cat, lilin furnitur, dan deterjen, dapat juga merupakan sumber pajanan. Rata-rata perokok (32 batang rokok/hari) mengandung sekitar 1,8 mg benzen per hari. Jumlah ini kira-kira 10 kali rata-rata asupan benzen oleh yang bukan perokok setiap harinya.

Pada 1987, OSHA menaksir bahwa sekitar 237.000 pekerja di Amerika Serikat berpotensi terpajan oleh benzen, tetapi tidak diketahui bila jumlah ini telah berubah secara mendasar sejak saat itu.

Kontaminasi Air dan tanah

Kontaminasi air dan tanah merupakan jalur penting yang memprihatinkan bagi transmisi kontak dengan benzen. Di Amerika Serikat sendiri, terdapat hampir 100.000 tempat yang berbeda yang tanah atau air tanahnya telah terkontaminasi dengan benzena. Pada 2005, persediaan air yang disalurkan ke kota Harbin di China dengan populasi hampir 9 juta orang, telah terputus akibat pajanan utama benzen. Benzen bocor ke dalam Sungai Songhua, yang menyediakan air minum ke kota itu, setelah peledakan di pabrik China National Petroleum Corporation (CNPC) di kota Jilin pada 13 November.

Pada Maret 2006, Badan Standar Makanan di Inggris memimpin survei dari 150 cabang minuman ringan. Badan itu amenemukan bahwa empat terkandung kadar benzen di atas batas WHO. Batch-batch yang terkena benzen ditarik dari penjualan.

Batas Pajanan Benzen

Badan Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat telah mengatur tingkat kontaminasi maksimum untuk benzen di dalam air minum pada 0,005 mg/L (5 ppb), sepeti yang telah diumumkan resmi melalui Pengaturan Air Minum Utama Nasional. Regulasi ini berdasarkan pada pencegahan leukemogenesis benzen. Tingkat kontaminan maksimum yang dicapai, sebuah capaian kesehatan yang tak mampu dilaksanakan yang akan membolehkan batas cukup aman untuk pencegahan efek-efek yang kurang baik, adalah konsentrasi benzen nol dalam air minum. EPA menggunakan tumpahan atau peristiwa pelepasan benzen ke dalam lingkungan dengan 4,5 kg atau lebih harus dilaporkan kepada EPA.

Badan Keselamatan dan Kesehatan Penduduk Amerika Serikat (OSHA) telah menetapkan batas pajanan dengan 1 bagian benzen per sejuta bagian udara (1 ppm) di tempat kerja selama 8 jam per hari kerja, 40 jam kerja/minggu. Batas pajanan jangka pendek untuk benzen di udara ialah 5 ppm selama 15 menit. Batas legal tersebut berdasarkan pada kajian pajanan benzen.

Risiko pajanan ini pada 1 ppm selama masa kerja telah diprediksi sebagai 5 kematian per 1000 karyawan. (Prediksi ini atas asumsi tidak ada ambang batas bagi efek karsinogenik benzen.) OSHA juga telah menetapkan dengan 0,5 ppm lebih rendah di ruang kerja tersebut.

Pada September 1995, NIOSH mengeluarkan kebijak baru untuk menemukan batas pajanan yang direkomendasikan untuk zat-zat, termasuk zat karsinogen. Berhubung benzen dapat mengakibatkan kanker, NIOSH merekomendasikan bahwa semua pekerja harus memakai alat pernafasan khusus ketika mereka dapat terpajan dengan benzen pada tingkat melebihi REL (10 jam) dengan 0,1 ppm. NIOSH STEL (95 menit) adalah 1 ppm.

American Conference of Governmental Industrial Hygienists (ACGIH) mengadopsi Nilai Ambang Batas (NAB) untuk benzen pada 0,5 ppm TWA dan 2,5 ppm STEL.

Kalau benzene juga terdapat pada asap rokok, lebih baik menghindari merokok daripada menabung racun jangka panjang. Tabung saja uang untuk belanja rokok demi masa depan yang lebih baik.***

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s