ASAM PALMITOLEAT ATASI OBESITAS

ASAM PALIMITOLEAT atau asam (Z)-9-heksadesenoat, suatu asam lemak omega-7 tak jenuh tunggal dengan rumus CH3(CH2)5CH=CH(CH2)7COOH yaitu konstituen umum dari gliserida jaringan adipose manusia. Asam lemak ini terdapat pada semua jaringan, tetapi umumnya ditemukan dalam konsentrasi yang lebih tinggi di dalam hati (liver). Asam lemak ini dibiosintesis dari asam palmitat oleh aksi enzim delta-9-desaturase.

Nama IUPAC asam lemak ini adalah asam heksadek-9-enoat, sedang asam palmitoleat, atau asam cis-palmitoleat, atau asam 9-cis-heksadesenoat adalah julukan lain yang diberikan kepadanya, dan C16:1 adalah bilangan lipidnya.

Asam lemak ini memiliki berat molekul 254,408 gr/mol dengan densitas 0,894 gr/cm3.

Sumber Asam Palmitoleat

Asam palmitoleat dapat disingkat Δ9 16:01. Makanan yang menjadi sumber asam palmitoleat berbagai lemak hewani, minyak nabati dan minyak perairan. Minyak macadamia (Maccadamia integrifolia) dan minyak Buckthorn laut (Hippophae rhamnoides) adalah sumber-sumber botani dengan konsentrasi 17% dan 40% asam palmitoleat. Asam lemak ini juga terdapat dalam buah merah Papua, sekitar 1,091 mg (1,09%).

Dalam sebuah penelitian pengaruh makanan yang tinggi akan berbagai asam lemak, total kolesterol dan konsentrasi LDL (kolesterol jahat) serupa dengan asam palmitoleat dan asam palmitat serta secara signifikan lebih tinggi dari asam oleat. HDL (kolesterol baik) secara signifikan lebih rendah dengan asam palmitoleat dibandingkan dengan asam palmitat. Penelitian ini menunjukkan bahwa, setidaknya pada orang dengan hiperkolesterolemik, sebuah peningkatan yang rendah sebagai kenaikan kolesterol LDL asam palmitat yang relatif terhadap asam oleat, meskipun ketika kolesterol makanan rendah. Asam palmitoleat bersikap seperti asam lemak jenuh dan bukan asam lemak tak jenuh tunggal dalam pengaruhnya terhadap kolesterol LDL.

Produk Penguraian

Pada April 2001, Shinichiro Haze dkk menerbitkan sebuah artikel dalam Jurnal Investigasi Dermatologi, yang menunjukkan bahwa asam lemak tak jenuh omega-7, seperti asam palmitoleat dan asam vaksenat ditemui pada permukaan kulit yang terurai secara oksidasi yang menghasilkan 2-nonenal, akibat fenomena yang secara umum dikenal sebagai bau orang tua.

Seorang ilmuwan Jepang, Shoji Nakamura memikirkan produk-produk untuk kosmetika yang akan menemui pasarnya. Dia mengatakan, seiring waktu, asam lemak ini terurai oleh bakteri penghuni kulit atau lipida peroksidase (yang terdapat dalam jumlah yang lebih banyak pada orang yang lebih tua), yang menghasilkan suatu zat yang disebut nonenal yang mempunyai bau tidak sedap, seperti halnya buku tua.

Atasai Obesitas

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa asam palmitoleat mempunyai peranan sebagai saluran molekul yang mempengaruhi berat badan. Pekerjaan ini konsisten dengan pengamatan sebelumnya oleh Dr Glen Power dan ilmuwan lain pada Departemen Biokimia Universitas Oxford bahwa asam palmitoleat di antara sekian banyak asam lemak yang ada di dalam makanan, dapat digunakan oleh enzim kunci yang mengontrol oksidasi lemak pada kcepatan yang sangat tinggi. Kerja ini menyimpulkan bahwa jenis minyak yang diproduksi ini mengandung asam palmitoleat yang tinggi yang bermanfaat meemerangi obesitas (kegemukan), sebuah penemuan yang mendapat perhatian media nasional di Australia pada tahun 1995.***

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s