Minyak Biji Labu Kelezatan Khas Austria dan Obat Cacing Pita

Minyak biji labu terkenal di Jerman, Slovenia, atau di Kroasia dan di Hongaria Slovenia yang dijadikan sebagai kuliner khusus Austria Tenggara (Styria), Slovenia timur (Styria dan Prekmurje), barat laut Kroasia (terutama  Medimurje), daerah yang berdekatan dengan Hungaria, adalah produk PDO (Protected Designation Origin) Uni Eropa. Minyak ini tergolong langka di di dunia.

Dewasa ini minyak biji labu merupakan komoditas ekspor penting Austria Sovenia bagian Styria. Minyak ini diperoleh dengan mengempa biji labu yang digongseng, dan dikuliti, disebut pepita, dari varietas labu lokal, “minyak biji labu Styria” (Cucurbita pepo var. styriaca, juga dikenal sebagai var.oleifera).

Minyak ini telah diproduksi dan digunakan di bagian selatan Styria setidaknya sejak abad-18. Catatan yang dikonfirmasi terawal dari minyak biji labu ini di Styria (dari penanggalan estat seorang petani Gleinstatten) pada 18 Februari 1697.

Minyak yang kental ini berwarna terang sampai hijau sangat gelap hingga merah gelap bergantung pada kekentalan sampel yang diamti. Minyak ini tampak hijau dalam lapis tipis dan merah dalam lapisan tebal. Fenomena optik ini disebut dikromatisme. Minyak biji labu merupakan salah satu zat dengan dikromatisme terkuat. Indeks dikromatisitas Kreft ialah -44. Digunakan bersama yoghurt, warnanya berubah menjadi hijau terang dan terkadang “hijau emas”.

Untuk Kuliner

Minyak biji labu memiliki rasa kacang yang intens dan kaya akan  asam lemak tak jenuh-ganda. Minyak coklat memiliki rasa pahit. Minyak biji labu berfungsi sebagai bumbu salad ketika dikombinasikan dengan madu atau minyak zaitun. Bumbu Styria khas ini terdiri dari minyak biji labu dan cuka acar. Tetapi minyak ini juga digunakan untuk makanan pencuci mulut, yang memberikan es krim vanilla asli dengan rasa kacang yang nikmat sekali.

Minyak ini dianggap kelezatan khas Austria, dan beberapa tetes ditambahkan ke dalam sop labu dan hidangan local lainnya, termasuk, seperti yang disebut di atas, es krim vanilla. Namun, menggunakan minyak ini sebagai minyak makan, merusak asamlemak esensialnya. Jadi… tidak dianjurkan untuk menggoreng atau memasak dengan minyak biji labu.

Untuk Obat

Klaim, berdasarkan pada pengobatan suku lokal, menunjukkan kemanjuran minyak ini dalam pencegahan dan pengobatan benign protatic hyperplasia mungkin didukung oleh beberapa studi yang menunjukkan efektivitas yang diakui secara klinis (terutama seiring dengan Serenoa repens, saw palmetto, dan Pygeum africanum) sesuai dengan kriteria obat berdasarkan fakta.

Minyak biji labu paling sering digunakan  untuk mengobati gejala nyeri perut.

Beberapa studi telah menemukan biji labu untuk mencegah arteriosklerosis dan mengatur kadar kolesterol.

Minyak biji labu, diresepkan secara umum sebagai obat suku Jerman, menyembuhkan infeksi parasit dari saluran usus seperti cacing pita.

Tipe Biji dan Minyak

Tipe minyak biji labu lain juga dipasarkan di seluruh dunia. Produsen internasional menggunakan biji putih dengan cangkangnya dan ini menghasilkan minyak putih yang lebih murah. Produsen biji baru terletak di Cina dan India.

Sebuah analisis dari minyak yang diekstrak dari biji dari setiap 12 kultivar  C. maxima dihasilkan dalam kisaran persentase berikut ini dari beberapa asam lemak:

Asam lemak               Kadar (%)

Asam miristat              0,09 – 0,27

Asam palmitat             12,6 – 18,4

Asam palmitoleat        0,12 – 0,52

Asam stearat               5,1 – 8,5

Asam oleat                  17,0 – 39,5

Asam linoleat              18,1 – 62,8

Asam linolenat            0,34 – 0,82

Asam arakhidat           0,26 – 1,12

Asam gadoleat            0,0 – 17,0

Asam behenat             0,12 – 0,58

 

Studi ini tidak membedakan antara isomer posisi (misalnya  ω-3 versus ω-6 asam linolenat). Jumlah asam miristat dan asam palmitat (asam lemak jenuh kolesterogenik) mengandung dari 12,8 – 18,7%. Kandungan asam tak jenuh total  berkisar dari 73 – 80,7%. Asam lemak rantai sangat panjang (atom karbon > 18) mengandung  0,44 – 1,37%. Adakah minyak ini dipasarkan di Indoensia?***

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s