DEET PENOLAK NYAMUK PALING EFEKTIF, TAPI….

Normal
0

false
false
false

EN-US
X-NONE
X-NONE

MicrosoftInternetExplorer4

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
mso-para-margin:0cm;
mso-para-margin-bottom:.0001pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:Calibri;
mso-fareast-theme-font:minor-latin;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;
mso-bidi-font-family:”Times New Roman”;
mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}

ZAT ini merupakan sejenis minyak berwarna sedikit kuning. Senyawa ini umumnya merupakan bahan paling efektif sebagai penolak serangga. Senyawa ini terutama digunakan untuk menolak nyamuk. Senyawa ini juga melindungi pemakainya terhadap gigitan nyamuk yang dapat menularkan demam dengue, virus Nil Barat, ensefalitis estern equine, dan malaria. Senyawa ini bernama N,N-Dietil-meta-toluamida, disingkat DEET.

Nama IUPAC senyawa ini ialah N,N-Dietil-3-metilbenzamida. Sedangkan nama lainnya seperti yang disebutkan di atas, yaitu N,N-Dietil-meta-toluamida.

Rumus molekul senyawa ini ialah C12H17NO dengan berta molekul 191,27 gr/mol. Densitas minyak yang berwarna sedikit kuning ini adalah 0,998 gr/mL, dengan titik leleh -45 oC, -49 oF, 228 K dan titik didih 288-292 oC. Senyawa ini termasuk beracun menurut klasifikasi Uni Eropa.

SEJARAH PENEMUAN

DEET dikembangkan oleh Angkatan Bersenjata Amerika Serikat, karena pengalamannya berperang dalam rimba (jungle warfare) selama PD-II. Senyawa ini aslinya diuji sebagai pestisida di ladang pertanian, dan menggunaannya meluas sampai ke sistem militer pada 1946 dan penggunaan untuk masyarakat pada tahun 1957. Senyawa ini digunakan si Vietnam dan Asia Tenggara.

Pembuatan cairan berwarna sedikit kuning pada suhu kamar ini dengan mengubah asam meta-toluat (asam 3-metilbenzoat) menjadi asil klorida yang berhubungan dan membiarkannya bereaksi dengan dietilamina, maka… jadilah DEET.

CARA DEET BEKERJA

DEET secara historis dipercaya bekerja dengan menghalangi reseptor penciuman serangga untuk 1-okten-3-ol, suatu zat yang mudah menguap yang terdapat pada keringat dan nafas manusia. Teori yang berlaku adalah bahwa DEET secara efektif „membutakan“ sensor serangga sehingga naluri menggigit/makan tidak tercetuskan oleh manusia atau hwan-hwan lain yang menghasilkan zat kimia 1-okten-3-ol tersebut. DEET tidak nampak pengaruhnya terhadap serangga yang mampu mencium CO2, sebagaimana yang disangkakan sebelumnya.

Namun, bukti terbaru menunjukkan bahwa DEET berfungsi sebagai zat penolak nyamuk yang sebenarnya, yang sesungguhnya tidak disukai nyamuk yang mencium zat kimia penolak tersebut, sejenis reseptor neuron penciuman pada sensilla antena khusus nyamuk yang teraktifkan oleh DEET serta penolak serangga lain seperti Eukaliptol, Linalool, Thujone telah teridentifikasi. Selain itu, dalam sebuah uji prilaku DEET memiliki aktivitas menolak yang kuat dengan tanpa zat penarik (attractant) seperti asam 1-okten-3-ol, asam laktat, atau karbon dioksida. Nyamuk betina dan jantan menunjukkan respon yang sama.

KONSENTRASI

DEET sering dijual dan digunakan dengan semprotan atau lotion dengan konsentrasi hingga 100%. Laporan pelanggan menemukan satu korelasi langsung antara konsentrasi DEET dan lamanya (dalam jam) perlindungan terhadap gigitan serangga. DEET 100% dapat melindungi hingga 12 jam lamanya sedangkan beberapa formulasi dengan konsentrasi yang kecil (20 – 34%) tahan 3-6 jam perlindungan. Riset lain telah berkolaborasi dengan efektivitas DEET. Pusat pengawasan penyakit merekomendasikan 30-50% DEET untuk mencegah sebaran patogen yang dibawa oleg serangga.

EFEK TERHADAP KESEHATAN

Sebagai peringatan, fabrikan menganjurkan bahwa produk-produk DEET tidak harus digunakan di bawah pakaian atau pada kulit yang luka, dan bahwa sediaan dicuci setelah zat tersebut tidak diperlukan lebih lama atau antara beberapa pemakaian. DEET dapat berfungsi sebagai zat yang mengiritasi, dengan kasus-kasus yang tidak lazim, DEET bisa menyebabkan reaksi pada kulit.

Dengan Registrasi Keputusan yang Memenuhi syarat, Dewan Perlindungan Lingkungan—EPA melaporkan 14 hingga 46 kasus DEET berpotensi terkait dengan pembeslahan, termasuk empat kematian. EPA menetapkan:“…. itu jelas bahwa beberapa kasus yang mungkin terkait dengan toksisitas DEET,“ tetapi diamati bahwa 30% dari masyarakat AS menggunakan DEET, kemungkinan tingkat pembeslahan itu hanya sekitar 1 per 100 juta pemakai.

Kantor Proyek Informasi Pestisida dengan Peningkatan Kerjasama dari Universitas Cornell, yang menetapkan bahwa karyawan Everglades Natinal Park mengalami pajanan DEET yang meluas yang lebih mungkin mengalami gangguan tidur (insomia), suasana hati dan fungsi kognitif dibandingkan dengan rekan kerja mereka yang lebih sedikit terpajankan.

Bila digunakan seperti yang dianjurkan, paroduk-produk yang mengandung 10 – 30% DEET aman untuk digunakan pada anak-anak seperti pada orang dewasa tetapi merekomendasikan bahwa DEET jangan digunakan pada bayi usia kurang dari dua bulan.

Kanada melarang penjualan zat penolak serangga untuk digunakan oleh manusia yang mengandung > 30% DEET berdasarkan evaluasi tahun 2002. Bila konsentrasi DEET 10% atau lebih kecil dan zat penolak tersebut digunakan tidak lebih dari tiga kali sehari Badan yang berwenang tersebut setuju untuk digunakan pada anak-anak antara usia 2 dan 12 tahun. Anak-anak di bawah 2 tahun tidak perlu menerima lebih dari satu kali pakai zat penolak dalam sehari dan DEET berdasarkan produk-produk dengan satu konsentrasi yang tidak digunakan pada bayi di bawah usia 6 bulan.

Baru-baru ini, DEET telah diketahui menghambat aktivitas enzim sistem saraf pusat, asetilkolinesterase, baik pada serangga maupun pada manusia. Enzim ini termasuk hidrolisis neurotransmitter asetilkolin, sehingga memainkan peranan dalam fungsi neuron yang memantau otot-otot. Disebabkan sifat ini, banyak insektisida digunakan untuk memblokir asetilkolinesterase, yang berakibat pada akumulasi berlebihan asetilkolin pada pembelahan sinaptik, yang menyebabkan paralisis neuromuskular dan kematian akibat asfiksiasi (kelelahan).

DEET secara umum digunakan dalam kombinasinya dengan insektisida dan mempunyai kapasitas kekuatan toksisitas dari karbamat, satu golongan insektisida yang diketahui dapat memblokir asetilkolinesterase. Penemuan tersebut memberikan bukti bahwa, disamping memiliki efek racun yang terkenal terhadap sistem penciuman, DEET juga bertindak pada otak serangga, dan bahwa toksisitasnya diperkuat dengan kombinasinya dengan insektisida lain.

EFEK TERHADAP MATERIAL

DEET merupakan pelarut yang efektif, dan bisa melarutkan beberapa jenis plastik—rayon, spandex, yang lainnya kulit sintetik, dan permukaan yang dicat atau dipernis termasuk cat kuku.

EFEK TERHADAP LINGKUNGAN

Meskipun beberapa studi telah mempengaruhi terhadap penilaian kemungkinan pengaruh pada lingkungan, DEET merupakan pestisida kimia moderat dan bisa tidak cocok untuk digunakan di dalam dan di sekitar sumber air. Meskipun DEET tidak diharapkan bagi akumulasi biologis, telah dijumpai memiliki sedikit toksisitas bagi ikan air dingin seperti rainbow trouth dan tilapia, dan senyawa ini juga telah menunjukkan beracun bagi beberapa spesies zooplankton air tawar. DEET telah terdeteksi pada konsentrasi yang rendah dalam badan air sebagai akibat dari produksi dan penggunaan, seperti si Sungai Missisippi dan anak sungainya, di mana sebuah studi tahun 1991 mendeteksi kadar yang bervariasi dari 5 sampai 201 µg/L.

DEET memang penolak nyamuk dan serangga lainnya yang efektif, tapi….orang memakainya, tak kuasa menolak efek buruknya. Jadi, hati-hatilah!***

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s