APA ITU TERPEN?

Terpen merupakan komponen utama resin, dan terpentin dihasilkan dari resin. Nama „terpen“ itu sendiri berasal dari kata „turpentin“. Selain itu, peranan mereka sebagai produk-akhir pada organisme umumnya, terpen merupakan balok bangunan biosintetik utama dalam hampir setiap ciptaan makhluk hidup. Steroid, misalnya merupakan turunan dari triterpen skualen.

Bila terpen diubah secara kimiawi, seperti melalui oksidasi atau penataan-ulang kerangka karbon, yang menghasilkan senyawa-senyawa yang secara umum disebut sebagai terpenoid. Beberapa penulis menggunakan istilah terpen yang meliputi seluruh terpenoid. Terpenoid juga dikenal sebagai isoprenoid.

Terpen dan terpenoid merupakan konstituen utama dari minyak esensial dari banyak tipe tanaman dan bunga. Minyak esensial ini digunakan secara luas sebagai aditif penyedapa rasa alami untuk makanan, sebagai pengharum dalam wewangian, dan dalam obat tradisional dan alternatif seperti aromateripi. Terpen sintetik yang beraneka-ragam dan turunan terpen dan terpenoid alami juga sangat banyak keragaman aroma yang digunakan sebagai parfum dan penyedap, sebagai aditif makanan. Vitamin A adalah salah satu contoh dari suatu terpen.

Terpen yang dilepaskan oleh pepohonan dengan lebih aktif yang kemudian dihangatkan oleh cuaca, berfungsi sebagai bentuk pembenihan awan alami. Awan mencerminkan cahaya matahari, yang memungkinkan hutan mengatur suhunya sendiri.

Aroma dan citarasa sangat diinginkan pada beberapa bir, itu berasal dari terpen. Dari terpen pula menciptakan mirsen, beta-pinen, beta-kariofilen, dan alfa-humulen dijumpai dalam jumlah terbesar.

BIOSINTESIS

Terpen dihasilkan secara biosintetik dari unit-unit isopren, dengan rumus molekul C5H8. Rumus molekul dasar terpen ini adalah kelipatan dari (C5H8)n, di mana n adalah jumlah unit-unit isopren yang terikat. Ini disebut aturan isopren atau aturan C-5. Uni-unit isoprena dapat saling terkait „kepala ke ekor“ untuk membentuk rantai-rantai lurus atau dapat juga ditata dalam bentuk cincin. Yang satu dapat dianggap unit isopren sebagai salah satu dari balok bangunan umum yang alami.

Isopren itu sendiri tidak mengalami proses pembangunan, namun bentuk-bentuk yang lebih teraktifkan, isopentenil pirofosfat (IPP atau juga isopentenil difosfat) dan dimetilalil pirofosfat (DMAPP atau juga dimetilalil difosfat), merupakan komponen-komponen dalam jalur biosintetik. IPP terbentuk dari asetil-KoA melalui intermediasi asam mevalonat dalam jalur HMG-CoA reductase. Sebuah alternatif, jalur biosintesis total yang tidak terkait dengan IPP diketahui pada beberapa kelompok bakteri dan plastid tanaman, disebut juga MEP (2-Metil-D-eritriol-4-fosfat), yang diawali dari gula-C5. Pada kedua jalur, IPP diisomerkan menjadi DMAPP melalui enzim isopentenil pirofosfat isomerase.

Seperti rantai-rantai dari unit-unit isopren yang dibangun, terpen-terpen yang dihasilkan digolongkan secara berturut-turut dengan ukuran seperti Hemiterpen, Monoterpen, Seskuiterpen, Diterpen, Sesterterpen, Triterpen, dan Tetraterpen.

JENIS-JENIS TERPEN

Terpen-terpen dapat diklasifikasi berdasarkan jumlah unit terpen dalam molekulnya; awalan dengan nama menunjukkan jumlah unit terpen yang dibutuhkan untuk membangun molekul tersebut.

  1. Hemiterpen terdiri dari unit isoterpen tunggal. Isopren itu sendiri hanya dianggap hemiterpen, tetapi turunannya mengandung oksigen, seperti halnya prenol dan asam isovalerat.
  2. Monoterpen terdiri dari dua unit isopren dan mempunyai rumus molekul C10H16. Contoh-contoh dari monoterpen ialah Geraniol, Limonen, dan Terpineol.
  3. Seskuiterpen terdiri dari tiga unit isopren dan mempunyai rumus molekul C15H24. Beberapa contoh dari seskuiterpen ialah Farnesen, Farnesol. (Awalan seskui- berarti satu dan setengah.)
  4. Diterpen terdiri dari empat unit isopren dan mempunyai rumus molekul C20H32. Diterpen berasal dari geranil-geranil pirofosfat. Contoh-contoh dari diterpen adalah Cafestol, Kahweol, Cembran dan Taksadien (prekursor dari taksol). Diterpen juga membentuk dasar bagi senyawa-senyawa penting secara secara biologi seperti halnya Retinol, Retinal, dan Fitol. Senyawa-senyawa ini diketahui  merupakan anti-mikroba dan anti-radang.
  5. Sesterterpen, terpen yang mempunyai 25 unit karbon dan lima unit isopren, adalah relatif jarang pada ukuran yang lain. (Awalan sester- berarti setengah sampai tiga, yaitu dua dan setengah.) Satu contoh dari sebuah Sesterterpen ialah Geranilfarnesol.
  6. Triterpen terdiri dari enam unit isopren dan mem-punyai rumus molekul C30H48. Triterpen skualen yang linier, konstituen utama dari minyak hati ikan hiu, berasal dari dua molekul pasangan reduktif dari Farnesil pirofosfat. Skualen kemudian diproses secara biosintetik untuk menghasilkan Lanosterol atau Sikloartenol, prekursor-prekursor struktural bagi semua steroid.
  7. Tetraterpen mengandung delapan unit isopren dan mempunyai rumus molekul C40H64. Tetraterpen yang penting secara biologis meliputi likopen asiklik, gamma-karoten monosiklik, dan alfa- dan beta-lkaroten bisiklik.
  8. Politerpen terdiri dari banyak unit isopren rantai panjang. Karet alam terdiri dari poliisopren dalam mana ikatan rangkap-duanya adalah cis.  Beberapa tanaman menghasilkan suatu poliisopren dengan ikatan-rangkap-dua trans, dikenal sebagai gutta-percha.

 

KEGUNAAN TERPEN

Penelitian mengenai terpen telah menemukan bahwa bahan aktifnya yang berkualitas sangat ideal untuk pestisida alami.

Terpin hidrat adalah turunan dari terpentin, suatu espektoran dna humektan. Ini secara umum digunakan dalam pengobatan bronkitis akut atau kronis dan kondisi-kondisi terkait.

Terpen digunakan oleh anai-anai dari famili Nasutitermiteinae untuk menyerang serangga musuh, dengan menggunakan mekanisme khusus yang disebut senjata Fontanellar. ***

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s