STANDAR BELANDA, RUJUKAN UNTUK PENCEMARAN LINGKUNGAN

Standard Belanda merupakan nilai-nilai rujukan  zat cemar lingkungan (yaitu, konsentrasi dalam media lingkungan) yang digunakan dalam remediasi lingkungan, investigasi dan pembersihan.

Menghalangi beberapa pengecualian, nilai-nilai sasaran adalah dipotong oleh analisis resiko lingkungan di mana pun  mungkin dan berlaku untuk zat-zat individu. Dalam banyak kasus, nilai-nilai target untuk berbagai macam zat yang terkait dengan konsentrasi latar belakang negara yang ditentukan untuk Negeri Belanda.

Nilai-nilai sasaran air tanah memberikan satu indikasi batasan untuk mutu lingkungan jangka-panjang, yang meng-asumsikan bahwa si sana ada risiko yang diabaikan bagi ekosistem. Untuk logam satu perbedaan dibuat antara air tanah dalam dan dangkal. Ini adalah karena air tanag dalam dan dangkal mengandung konsentrasi latar belakang yang berbeda. Satu batasan yang berubah-ubah dari 10 meter telah diadopsi. Nilai-nilai sasaran yang ditunjukkan di bawah ini adalah untuk air tanah dangkal, 0 – 10 m kedalamannya.

Nilai-nilai intervensi remediasi tanah menunjukkan ketika sifat-sifat fungsional tanah bagi manusia, tanaman dan hewan secara serius rusak atau terancam. Mereka mewakili tingkat kontaminasi di atas yang mana satu kasus serius dari kontaminasi tanah dianggap ada. Nilai-nilai sasaran untuk tanah diatur untuk kandungan benda-benda organik (humus) dan fraksi tanah < 0,2 µm (lutum – Latin, artinya “lumpur” atau “lempung”). Nilai-nilai di bawah ini dihitung untuk ‘Tanah Baku’ dengn 10% benda organik dan 25% lutum.

Satu kasus kontaminasi lingkungan didefinisikan sebagai  ‘serius’ bila > 25 m³ tanah atau >100 m³ air tanah terkontaminasi nilai-nilai intervensi di atas.

Nilai-nilai yang ditunjukkan di bawah ini adalah dari Annex 1, Tabel-2.1, “nilai-nilai sasaran air tanah dan tanah dan nilai-nilai intervensi air tanah”. Dalam versi Baku Belanda sebelumnya, nilai-nilai sasaran untuk tanah juga ada. Namun, dalam versi tahun 2009, nilai-nilai sasaran untuk tanah telah dihapus untuk semua senyawa kecuali logam.

Tabel-1. Standar Belanda

Parameter

Tanah (mg/kg bahan kering)

Air tanah (µg/l)

Nilai sasar-an

Nilai intervensi

Nilai Sasaran

Nilai Intervensi

  1. I.                   Logam-logam
Antimoni(Sb) 3,0 15 0,15 20
Arsen (As) 29,0 55,0 10 60
Barium (Ba) 160 625 50 625
Berillium (Be) 1,1 30 0,05 15
Kadmium (Cd) 0,8 12 0,4 6
Kromium (Cr) 100,0 380 1 30
Kobal (Co) 9,0 240 20 100
Tembaga (Cu) 36,0 190 15 75
Nikel (Ni) 35,0 210 15 75
Timbal (Pb) 85,0 530 15 75
Merkuri (Hg) 0,3 10,0 0,05 0,3
Molibdenum (Mo) 3,0 200 5 300
Perak (Ag) 15 40
Selenium (Se) 0,7 100 0,07 160
Tellurium (Te) 600 70
Tallium (Tl) 1.0 15 2 7
Timah (Sn) 900 2.2 50
Vanadium (V) 42,0 250 1,2 70
Seng (Zn) 140 720 65 800

 

II. Zat-zat anorganik lain

Klor 100 mg/L
Sianida – bebas 20 5 1.500
Sianida – kompleks 50 10 1.500
Tiosianat 20 1.500

III. Senyawa aromatik

Benzena 1,1 0,2 30
Etilbenzena 110 4 150
Toluen 320 7 1.000
Xylene (jumlah) 17 0,2 70
Stirena (vinilbenzena) 86 6 300
Fenol 14 0,2 2.000
Kresol (jumlah) 13 0,2 200

IV. Hidrokarbon aromatik polisiklik(PAH)

PAH (jumlah 10) 40
Naftalena 0,01 70
Fenantrena 0,003 5
Antrasena 0,0007 5
luorsantena 0,003 1
Krisena 0,003 0,2
Benz(a)antrasena 0,0001 0,5
Benzo(a)pirena 0,0005 0,05
Benzo(k)fluoroantena 0,0004 0,05
Indeno(1,2,3-cd) pirena 0,0004 0,05
Benzo(ghi)perilena 0,0003 0,05

V. Hidrokarbon berklorinasi

a. Hidrokarbon (volatil)

Monokloroetena (vinil klorida) 0,1 0,01 5
Diklorometana 3,9 0,01 1.000
1,1-Dikloroetana 15 7 900
1,2-Dikloroetana 6,4 7 400
1,1-Dikloroetena 0,3 0,01 10
1,2-Dikloroetena (jumlah) 1 0,01 20
Dikloropropana (jumlah) 2 0,8 80
Triklorometana (kloroform) 5,6 6 400
1,1,1-Trikloroetana 15 0,01 300
1,1,2-Trikloroetana 10 0,01 130
trichloroethene (Tri) 2,5 24 500
Tetraklorometana (Tetra) 0,7 0,01 10
Tetrakloroetena (Per) 8,8 0,01 40

b. Klorobenzena

Monoklorobenzena 15 7 180
Diklorobenzena (jumlah) 19 3 50
Triklorobenzena (jumlah) 11 0,01 10
Tetraklorobenzena (jumlah) 2,2 0,01 2,5
Pentaklorobenzena 6,7 0,003 1
Heksaklorobenzena 2.0 0,00009 0,5

c. Klorofenol

Monoklorofenol (jumlah) 5,4 0,3 100
Diklorofenol (jumlah) 22 0,2 30
Triklorofenol (jumlah) 22 0,03 10
Tetraklorfenol (jumlah) 21 0,1 10
Pentaklorofenol 12 0.04 3

d. Bifenil poliklorinasi (PCB)

Bifenil Poliklorinasi  (jumlah 7) 1 0,01 0,01

e. Hidrokarbon berklorinasi lain

Monokloroanilina (jumlah) 50 30
Dioksin (Jumlah I-TEQ) 0.00018 N/A
Kloronaftalena (jumlah) 23 6

VI Pestisida

a. Pestisida organoklor

Klordan (jumlah) 4 0,02 ng/L 0,2
DDT (jumlah) 1,7
DDE (jumlah) 2,3
DDD (jumlah) 34
DDT/DDE/DDD (jumlah) 0,004 ng/L 0,01
Aldrin 0,32 0,009 ng/L
Dieldrin 0,1 ng/L
Endrin 0,04 ng/L
Drins (jumlah) 4 0,1
α-Endosulfan 4 0,2 ng/L 5
α-HCH 17 33 ng/L
β-HCH 1,6 8 ng/L
γ-HCH (Lindane) 1.2 9 ng/L
Senyawa-HCH (jumlah) 0.05
Heptaklor 4 0.005 ng/L 0,3
Heptaklor-epoksida (jumlah) 4 0,005 ng/L 3

b. Pestisida organofosfor

Tidak ada

c. Pestisida organotimah

Senyawa Organotimah (jumlah) 2,5 0,05 – 16 ng/L 0,7

d. Herbisida klorofenoksi-asam asetat

MCPA 4 0,02 50

e. Pestisida lain

Atrazina 7,1 29 ng/L 150
Karbaril 0,45 2 ng/L 50
Karbofuran 0,017 9 ng/L 100

VII. Zat-zat lain

Asbestos 100
Sikloheksana 150 0,5 15.000
Dimetil ftalat 82
Dietil ftalat 53
Diisobutil ftalat 17
Dibutil ftalat 36
Butil benzil ftalat 48
Dihehsil fthalat 220
Di(2-etilheksil)ftalat 60
Ftalat (jumlah) 0,5 5
Minyak mineral 5.000 50 600
Piridina 11 0,5 30
Tetrahidrofuran 7 0,5 300
Tetrahidrotiofen 8,8 0,5 5.000
Tetrabromometana (Bromoform) 75 630

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s