LAKTULOSA, DISAKARIDA SINTETIK UNTUK SEMBELIT

LAKTULOSA merupakan gula sintetik, yang tidak dapat dicerna yang digunakan dalam pengobatan sebelit (konstipasi) kronis dan enselopati hepatik, suatu komplikasi penyakit hati. Laktulosa merupakan suatu disakarida (gula-rangkap) yang terbentuk dari  setiap satu molekul gula sederhana (monosakarida) fruktosa dan galaktosa. Laktulosa dihasilkan secara komersial melalui isomerisasi laktosa.

Nama IUPAC (sistematik) laktulosa ialah: 4-O-β-D-Galaktopiranosil-β-D-fruktofuranosa atau (2S,3R,4S,5R,6R)-2-((2R,3S,4S,5R)-4,5-dihidroksi-2,5-bis(hidroksimetil) tetrahidro-furan-3-iloksi)-6-(hidroksimetil)tetrahidro-2H-piran-3,4,5-triol.

Laktulosa dengan nama dagang Constulose memiliki rumus molekul C12H22O11 dan berat molekul 342,296 gr/mol, ini secara klinis diberikan melalui mulut (oral). Zat ini memiliki sifat-sifat farmakokinetika antara lain sebagai berikut:

  • Ketersediaan: Kurang diserap
  • Metabolisme: 100% di dalam kolon oleh bakteri entero
  • Waktu-paruh: 1,7-2 jam
  • Ekskresi: Melalui tinja

Aplikasi Medis

Konstipasi (sembelit)

Laktulosa digunakan dalam pengobatan sembelit kronis. Metabolit laktulosa mengalirkan air ke dalam isi perut, yang menimbulkan efek cathartic melalui aksi osmotik. Laktulosa aman untuk orang dari semua usia, kecuali untuk orang yang sangat kecil persentase populasi yang tidak toleran terhadap galaktosa. Dosis mungkin disesaikan menurut waktu untuk menghasilkan efek dingin akibat efek laksatif yang dapat merosot dengan pengobatan harian.

Laktulosa bekerja dengan meningkatkan kandungan air dan volume isi perut, yang membuat isi perut lebih lunak dan lebih mudah keluar. Laktulosa dibuat dari molekul-molekul gula dan sebagian terurai oleh bakteri yang hidup di bagian bawah pencernaan. Ini mengarahkan isi perut menjadi lebih asam karena ada asam karboksilat di antara metabolitnya, yang tidak diserap dari pencernaan lebih bawah. Keadaan ini pada gilirannya menyebabkan air tertahan di usus yang lebih bawah. Ini menaikkan jumlah air dalam tempat buangan, melunakkan dan memudahkan tinja keluar. Volume gas bertambah dan gas dalam perut (ftatulensi) disebabkan oleh fermentasi laktulosa yang menambah bagi volume materi tinja, dan membuatnya lebih mudah untuk dikeluarkan.  Kondisi kolon sedikit asam disebabkan oleh adanya asam-asam penyebab aktifnya peristalsis. Efek gabungan dari semua proses tersebut membebaskan sembelit dengan satu cara yang sangat efektif.

Laktulosa bermanfaat dalam mengobati orang dengan sembelit kronis karena kelupaan atau mengabaikan kebutuhan untuk buang air besar. Pengobatan ini dimulai dengan dosis yang rendah dan kemudian bertahap meningkatkannya selama satu minggu hingga urgensi sedemikian hingga pergerakan isi perut memungkinkan diabaikan. Setelah dosis manjur ditentukan,  ini dipertahankan secara tidak terbatas atau ditingkatkan bila diperlukan sepanjang waktu.

Laktulosa bermanfaat dalam mengobati orang-orang menyalahgunakan obat pencuci perut asalkan mereka mem-pergunakan laktulosa seperti satu-satunya obat pencuci perut, karena ini yang punya sangat rendah toksisitas yang dihasilkan namun hasilnya kuat.

Laktulose bermanfaat untuk menghilangkan efek sembelit dari opiat dab opioda, seperti pada pengobatan seseorang yang menderita penyakit akibat narkotika, bergantung pada opioda, atau menerima terapi penggantian opioda seperti dengan metadon atau buprenorphine untuk ketergantungan opioda sebelumnya.

Laktulosa berguna untuk mengobati ambaen (hemorrhoid) karena ia menghasilkan pergerakan isi perut yang lembut tanpa adanya ketegangan.

Laktulosa berguna untuk mengobati anak-anak yang suka menahan pergerakan isi perut keluar karena takut sakit ketika dikeluarkan.

Laktulosa dianggap prebiotik karena ia memodulasi bakteri flora yang menguntungkan dari usus dan dianggap membantu pencernaan. Modulasi flora usus kiranya bekerja dengan mereduksi bakteri patogen yang potensial seperti  spesies Escherichia coli dan Staphylococcus di dalam tempat kotoran, dengan meningkatkan produksi Lactobacillus non-urease yang membatasi produksi ammonia. Lagi pula, laktulosa diobah menjadi asam laktat dan asetat yang dihasilkan dalam asidifikasi kandungan koloni. Difusi non-ionik pasif dari amonia mengurangi pH rendah dengan demikian menurunkan konsentrasi sistemiknya.  Lagi pula, dengan potensi prebiotiknya, laktulosa juga menganjurkan pertumbuhan bakteri probiotik seperti spesies  Bifidobacterium yang diketahui memiliki efek membangkitkan kesehatan.

Laktulosa mempunyai rasa yang sangat manis yang dapat ditopengi dengan sempurna dengan mencampurkannya dengan jus buah atau acar. Beberapa sediaan komersial siap hadir dengan pra-dibumbui. Ini dapat menghabiskan waktu 24-48 jam untuk bekerja, tetapi secara umum menghasilkan hasil dalam 4 jam bila diasup pada basis harian. Laktulosa sebaiknya diasup pada sarapan pagi seiring dengan semangkuk dedak gandum.

Untuk kasus seembelit yang membandel, laktulosa terkadang dikombinasikan dengan poletilen glikol 3350Da (dijual sebagai Miralax atau Dulcolax Balance di Amerika Serikat tanpa resep).

Beberapa otoritas merekomendasikan laktulosa dua kali atau bahkan tiga kali sehari. Bila diasup pada basis reguler, ia cenderung bekerja  kira-kira dalam 4 jam. Dosis malam dapat bermasalah. Bila diberikan pada anak-anak kecil yang masih memakai popok, ini tidak masalah. Namun, anak-anak yang lebih tua dan dewasa,  pernah ada bahaya buang air sangat besar selama tidur atau bangun selama berjam-jam di toilet dengan perasaan sangat tidak nyaman.

Pada umumnya dengan pencahar osmotik lain, laktulosa dapat menyebabkan tidak seimbangnya elektrolit pada orang-orang yang sensitif (lihat efek samping di bawah ini). Namun, ini cenderung melakukan kekurangan ini karena ia tidak yakin pada garam mineral untuk mengalirkan fluida ke dalam saluran usus dan juga karena ia yakin pada model aksi nonosmotik: Laktulosa merangsang peristalsis melalui asidifikasi dan gas serta meningkatkan perasan urgensi melalui  pelebaran volume isi perut.

Laktulosa dijual melalui konter (tanpa resep) di banyak negara di dunia. Di AS dan Austria, laktulosa perlu resep dengan ketakutan yang tak berdasar bahwa ia dapat berbahaya bagi penderita diabetes. Namun, laktulosa merupakan gula yang tidak dapat dicerna dan telah disetujui aman bagi mereka.

Ensefalopati hepatik

Laktulosa berguna dalam mengobati hiperammonemia yang disebabkan oleh ensefalopati hepatik, karena laktulosa membantu “mengeluarkan” ammonia (NH3) dari tubuh. Laktulosa berguna untuk mencegah hiperammonemia disebabkan sebagai efek samping pemberian Depakote.

Laktulosa dimetabolisir dalam kolon oleh bakteri flora menjadi asam-asam lemak rantai-pendek termasuk produksi asam laktat dan asam asetat. Penguraian secara sebagian-sebagian ini, mengasamkan kandungan koloni (meningkatkan konsentrasi H+ dalam  usus). Ini menyukai pembentukan NH4+ yang tak diserap daripada NH3, penangkapan NH3 dalam kolon dan secara efektif mengurangi konsentrasi NH3 plasma.

Efektivitas laktulosa dalam mengobati enselopati hepatik agak kontroversial. Namun, laktulosa dapat dengan efektif digunakan sebagai profilaksis enselopati hepatik pada pasien dengan sirosis hati.  Lagi pula, penelitian terbaru menunjukkan memperbaiki fungsi kognitif dari pasien sirosis dengan enselopati hepatik yang minimal yang diobati dengan laktulosa.

Laktulosa, juga suatu laksatif (pencahara) osmotik, tidak diserap, tidak mempengaruhi penyerapan spironolakton dan mungkin digunakan oleh penderita diabetes. Laktulosa digunakan pada pasien dengan sirosis/ensefalopati hepatik untuk membatasi proliferasi dari organisme usus yang membentuk ammonia dan meningkatkan pemeriksaan isi protein di dalam usus.

Laktulosa untuk enselopati hepatik umumnya memerlukan  dosis oral tiga atau empat kali sehari dengan diare dan flatulensi tetap hampir suatu efek samping tertentu.

Uji Bernafas Laktulosa

Laktulosa digunakan sebagai satu uji sindrom pertumbuhan berlebih bakteri usus kecil (small intestine bacterial overgrowth syndrome, disingkat SIBO). Baru-baru ini keandalan ini untuk mendiagnosa SIBO dengan serius telah dipersoalkan. Sejumlah besar laktulosa diberikan dengan rangkaian pengujian gas hidrogen molekuler di dalam nafas. Uji ini positif bila bertambah terjadinya hidrogen yang dihembuskan sebelum mana yang diharapkan oleh pencernaan kolonosit normal. Satu hasil lebih awal telah diadakan hipotesa untuk menandai pencernaan terjadi pada usus halus. Penjelasan alternative untuk perbedaan dalam hasil adalah varian dalam waktu transit di dalam usus kecil di antara hal-hal yang diuji.

Aplikasi untuk Pangan

Laktulosa juga merupakan bumbu pada makanan, dikenal dengan lebih baik sebagai galaktofruktosa, dengan rasa manis dan menawarkan manfaat yang menguntungkan bagi kesehatan terhadap kesehatan pencernaan. Galaktofruktosa ialah sejenis susu yang berasal dari disakarida yang diperoleh melalui isomerisasi sederhana laktosa. Laktulosa diakui untuk mutu pencernaannya oleh Otoritas Keamanan Pangan Eropa (European Food Safety Authorities, disingkat EFSA) dan Badan Pengawasan Obat dan Makanan Korea (Korean Food & Drug Administration—disingkat KFDA). Sifat-sifat bifidogenik pertama kali diidentifikasi untuk Makanan formula bayi, yang diap pada tahun 1957 ketika pertumbuhan bakteri bifidogenik pada bayi dengan menambahkan galaktofruktosa pada makanan mereka diteliti. Dua tahun kemudian laktulosa juga menunjukkan efektif untuk mengatur gangguan transit melalui efek osmotiknya.

Manfaat bagi Kesehatan

Efek transit

Galaktofruktosa memberikan transit yang lebih aman pada orang yang sehat. Hasil ini dari kombinasi efek-efek yang berbeda, pada tingkat saluran usus yang berbeda.  Sebelum galaktofruktosa digunakan oleh bakteri usus, ia menggunakan aksi osmotik dalam usus kecil. Ia menarik air ke dalam lumen usus, dengan demikian meningkatkan volume kotoran/tinja. Ini pada gilirannya mempunyai efek merangsang terhadap muskulatur usus dan merangsang pergerakan isi perut. Selain itu, di dalam kolon, biomassa total, volume tinja dan tekanan osmotik ditingkatkan  dan pH diturunkan, hasilnya pergerakan isi perut dipercepat dan waktu transit diperpendek.

Konsumsi harian yang teratur galaktofruktosa mengoptimalkan berfungsinya saluran usus dengan mengatur transit usus. Beberapa faktor dalam diet dan gaya hidup mengakibatkan gangguan pada usus kecil, seperti keadaan sembelit sekali-sekali. Waktu transit usus yang lambat menyebabkan tidak nyaman dan telah dilaporkan sebagai faktor yang memunculkan penumpukan zat-zat racun dalam organisme. Pengaturan waktu transit usus, khususnya pada orang dengan transit lambat, memperbaiki seluruhnya—kualitas hidup dengan baik.

Dosis harian yang dibolehkan oleh otoritas ialah 10 gr/hari. Sangat sedikit efek samping yang diamati. Efek transit galaktofruktosa tidak mempengaruhi pengosongan lambung sama sekali tidak metabolisme protein dan lipid.

Efek bifidogenik/prebiotik

Galaktofruktosa diperoleh dari gula susu laktosa melalui isomerisasi glukosa dengan fruktosa, dan terdiri dari rantai galaktosa melalui rantai ß-1,4 dengan fruktosa. Galaktofruktosa tidak didefinisikan  sebagai serat di Eropa disebabkan derajat polimerisasinya yang rendah (DP2). Namun, ia banyak manfaat terhadap kesehatan yang menempel pada serat sebagai ikatan ß-1,4 antara galaktosa dan fruktosa yang tidak bisa diurai oleh enzim pencernaan hewan atau manusia.

Sebagai hasil ia tetap tidak tercerna hingga ia banyak di usus. Di dalam kolon, galaktofruktosa merupakan sumber energi bagi bakteri sakarolitik yang bermanfaat seperti Bifidobacteria dan Lactobacilli yang dapat memetabolisme galaktofruktosa untuk menghasilkan asam lemak berantai-pendek. Galaktofruktosa berfungsi sebagai prebiotik di dalam mikroflora kolon, yang meningkatkan jumlah bifidobacteria dan memperbaiki waktu transit  pada sukarelawan kesehatan: ini adalah efek bifidogenik.

Studi intervensi sejumlah orang telah mengonfirmasikan bifidogenik alami galaktofruktosa sebagai konsumen kesehatan. Misalnya, dalam 14 hari studi intervensi ia merangsang pertumbuhan bifidobakteri pada dosis 3 gr/hari. Sebaliknya, jumlah bakteri yang tidak bermanfaat Clostridium perfringens, Streptococcus spp, Bacteroides spp, dan Enterobacteriaceae berkurang dengan sangat nyata.

Efek bifidogenik memulai sejumlah manfaat kesehatan gastrointestinal dan sistemik yang mungkin terkait dengan sistem kekebalan yang diperkuat, memperbaiki fungsi penghalang usus dan mengurangi kepekaan terhadap penyakit.

Keuntungan lain

Efek kesehatan galaktofruktosa tidak terbatas pada kesehatan usus karena ia dapat juga digunakan untuk merangsang penyerapan kalsium dan magnesium. Pengujian klinis yang dilakukan pada 24 sukarelawan dewasa yang sehat telah menunjukkan bahwa ketika mengunyah makanan yang mengandung 4 gr galaktofruktosa, 300 mg kalsium dan 150 mg magnesium penyerapan kalsium dan magnesium ditingkatkan.

Peningkatan penyerapan kalsium juga telah diamati dalam penelitian dilakukan bersama wanita pascamenopouse, di mana program 9 hari konsumsi galaktofruktosa terungkap tingkat kalsium yang lebih tinggi dalam satu cara respon dosis. Hasil tersebut memperkuat penelitian pada berbagai hewan yang menunjukkan penyerapan mineral diperkuat dan kekuatan tulang diperbaiki.

Sebuah studi baru-baru ini juga mengungkapkan efek menguntungkan dari galakofruktosa pada resistensi insulin melalui stimulasi fermentasi kolon yang mengurangi lipotoksisitas.

Akhirnya, hasil ilmiah mendukung gagasan bahwa modulasi mikrobiota usus dapat bermanfaat untuk mengelola masalah berat badan dan obesitas. Prebiotik dan galaktofruktosa khususnya tampaknya efisien dalam memodifikasi mikroflora usus dan berpotensi mencapai efek ini.

Aplikasi

Galaktofruktosa tersedia secara komersial baik dalam bentuk cair sebagai sirup jernih kekuningan, tidak berbau, atau dalam bentuk padat sebagai bubuk putih amorf, yang sangat larut dalam air. Ini tidak memiliki rasa tapi menunjukkan rasa manis yang setara dengan 0,6-0,8 (manisnya sukrosa) dan sangat stabil pada suhu tinggi dan kondisi pH rendah.

Serangkaian tes juga telah dilakukan pada yoghurt, minuman yoghurt, minuman multi-jus dan produk roti termasuk sereal batangan, sarapan sereal, biskuit dan bahkan es krim untuk mempelajari perilaku galaktofruktosa selama pengolahan dan efeknya terhadap sifat sensorik. Dalam setiap aplikasi itu terbukti untuk proses baik karena kelarutan bubuk ini dan viskositas sirup yang seimbang.

Adanya galaktofruktosa tidak memiliki efek utama atas sifat-sifat sensorik, warna dan tekstur, sehingga produsen dapat juga mempertimbangkan memasukkan dalam aplikasi lain seperti minuman, sediaann buah atau dalam persediaan untuk bayi.

Efek Samping

Ketika digunakan pada dosis rendah dan sebagai zat tambahan makanan, galaktofruktosa diketahui dapat diterima dengan baik, dengan efek samping yang terbatas, serupa dengan banyak produk makanan.

Pada dosis tinggi, dalam penggunaan farmasi, efek samping umum dari laktulosa ialah kram perut, borborygmus, gas dan perut kembung tajam yang pada beberapa orang mengalami kesulitan mengontrol dalam suasana sosial. Dosis yang terlalu tinggi dapat menyebabkan diare eksplosif dan tak terkendali. Pada individu normal, overdosis dianggap tidak nyaman, tapi tidak mengancam kehidupan. Mual dan muntah adalah efek samping biasa yang tidak biasa.

Pada orang-orang yang peka, seperti orang tua atau orang dengan penurunan fungsi ginjal, kelebihan dosis laktulosa dapat menyebabkan dehidrasi dan gangguan elektrolit seperti kadar natrium tinggi.

Meskipun laktulosa memiliki potensi tidak menyebabkan karies gigi dibandingkan sukrosa, namun ada potensi minimal karena merupakan gula. Hal ini harus dipertimbangkan ketika diasup oleh orang-orang dengan kerentanan tinggi terhadap kondisi ini. ***

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s