PENYULINGAN AZEOTROP

PENYULINGAN AZEOTROP

 

 

Dalam ilmu kimia, penyulingan azeotrop ialah rentang teknik apa pun yang digunakan untuk mengurai suatu azeotrop dalam penyulingan. Dalam rekayasa kimia, penyulingan azeotrop, biasanya mengacu pada teknik penambahan khusus komponen lain untuk menghasilkan suatu zat yang baru, yaitu azeotrop yang bertitik didih-rendah, yang heterogen (misalnya, menghasilkan dua fase, cairan yang tidak bercampur), seperti contoh yang di bawah ini dengan penambahan benzena pada air dan etanol. Praktek penambahan ini  membonceng yang membentuk fase terpisah adalah suatu sub-rancangan spesifik dari metoda-metoda penyulingan azeotrop (industri), atau kombinasi dari itu. Dalam beberapa hal, penambahan suatu pembonceng  (entrainer) adalah sama dengan penyulingan ekstraktif.

  1. 1.   Penyulingan Etanol – Air

Suatu penyulingan umum dengan suatu azeotrop ialah penyulingan dari etanol dan air. Menggunakan teknik penyulingan biasa, etanol hanya dapat dimurnikan  hingga mencapai 96% − karena 96% (192 proof) kekuatan dari beberapa alcohol biji-bijian yang tersedia secara komersial).

Bila suatu larutan etanol 96,4% dalam air dididihkan, maka uap yang dihasilkan mempunyai komposisi yang identik: dengan kata lain, uapnya tidak lebih sebagai etanol dibandingkan larutan itu sendiri. Oleh karena itu, penyulingan lebih lanjut tidak efektif. Bila konsentrasi etanol yang digunakan lebih tinggi—misalnya, untuk digunakan sebagai aditif bensin—azeotrop 96,4% itu musti “terurai.”

  1. 2.   Zat Pemisahan Material

Penambahan suatu zat pemisahan material, seperti benzena, pada campuran etanol-air, perubahan interaksi molekul dan mengeliminasi azeotrop.  Sayangnya,  pemisahan yang lain dibutuhkan untuk menghilangkan benzene. Ini lebih sederhana menghilangkan benzena dari air melalui dehidrasi ketimbang memisahkan campuran etanol-air 96,4% melalui penyulingan.

  1. 3.   Penyulingan Bertekanan-Ayun

Cara lain, penyulingan bertekanan-ayun, percaya pada kenyataan bahwa azeotrop itu bergantung pada tekanan. Suatu azeotrop bukan merupakan satu kisaran konsentrasi yang tidak dapat  disuling,  tetapi titik pada mana koefisien aktivitas dari dia menyuling menembus yang lainnya.  Bila azeotrop dapat  “melewati”, penyulingan dapat berlanjut, meskipun karena koefisien aktivitas telah dilintasi, maka air akan mendidih dengan sisa etanol, lebih baik dari wtanol keluar dari air seperti pada konsentrasi yang lebih rendah.

Untuk “melompati” azeotrop, azeotrop dapat disingkirkan  dengan mengubah tekanan. Secara khusus, tekanan akan disetel bahwa azeotrop yang demikian akan lebih mendekati konsentrasi 100%. Untuk etanol, itu mungkin 97%. Etanol kini dapat disuling hingga mencapai 97%. Ini secara aktual akan disuling pada apa pun sedikit kurang, seperti 96,5%.  Alkohol 96,5 kemudian dikirim ke sebuah kolom distilasi yaitu di bawah tekanan yang berbeda, sesuatu yang menekan azeptrop ke bawah, mungkin menjadi 96%. Karena campuran itu siap di atas azeotrop 96%, penyulingan tidak akan mencapai  “cantolan” pada titik itu dan etanol dapat disuling pada konsentrasi apa saja yang diperlukan.

  1. 4.   Ayakan Molekular

Untuk penyulingan etanol untuk penambahan bensin, cara paling umum memecah azeotrop adalah menggunakan ayakan molekul (molecular sieves). Etanol disuling hingga 96% dan dapat disuling lebih lanjut. Ayakan ini dipanaskan untuk menghilangkan air dan digunakan ulang. Lihat juga Azeotrop.

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s