APA ITU KIMIA LINGKUNGAN?

Kimia Lingkungan ialah kajian ilmiah tentang fenomena zat-zat kimia dan biokimia yang terjadi di tempat-tempat alami. Ini jangan dibingungkan dengan kimia hijau, yang mencari untuk mengurangi polusi potensial pada sumbernya. Ini dapat didefinisikan sebagai kajian tentang sumber-sumber, reaksi-reaksi, pengangkut, pengaruh, dan takdir dari spesies-spesies kimia tersebut di lingkungan udara, tanah, dan air; dan pengaruh aktivitas manusia di tempat tersebut. Kimia lingkungan ialah suatu antar-disiplin ilmu yang meliputi atmosfir, kehidupan air dan kimia tanah, serta tentang kimia analitik yang terkait dengan lingkungan dan bidang-bidang sains lainnya.

Kimia lingkungan meliputi pemahaman pertama bagaimana kerja lingkungan yang tidak tercemar, di mana zat-zat kimia apakah dalam konsentrasi yang ada secara alami, dan dengan pengaruh apa. Tanpa ini kimia lingkungan akan tidak mungkin untuk dipelajari dengan tepat karena pengaruh manusia telah berlangsung pada lingkungan melalui pelepasan zat-zat kimia.

Ahli kimia lingkungan menggambarkan tentang sebuah rentang konsep dari ilmu kimia dan berbagai sains lingkungan untuk membantu dalam studi mereka tentang apakah yang terjadi pada satu jenis zat kimia dalam lingkungan tersebut. Konsep-konsep umum yang penting dari ilmu kimia meliputi pemahaman reaksi-reaksi kimia dan persamaan-persamaan, larutan, satuan, pengambilan contoh (sampel) dan teknik analitik.

Kontaminasi

Suatu kontamina ialah suatu zat yang terrdalam di alam pada suatu level yang lebih tinggi daripada level tipikal (khusus) atau itu tidak terjadi jika tidak ada di sana. Ini mungkin sehubungan dengan aktivitas manusia. Istilah kontaminan sering digunakan bergantian dengan pollutan, yang merupakan suatu zat yang mempunyai dampak merugikan terhadap lingkungan sekitarnya. Sementara kontaminan terkadang didefinisikan sebagai suatu zat yang terdapat di lingkungan sebagai hasil dari aktivitas manusia, tetapi tanpa efek-efek yang membahayakan, ini terkadang yang berefek racun atau yang membahayakan dari kontaminasi hanya menjadi nyata pada suatu saat kemudian.

“Media” (misalnya, tanah) atau organisme (misalnya, ikan) dipengaruhi oleh zat cemaran atau kontaminan disebut reseptor, sementara tempat cuci is a chemical medium or species that retains and interacts with the pollutant.

Indikator Lingkungan

Pengukuran kimia mutu air meliputi oksigen terlarut (dissolved oxygen—disingkat DO), kebutuhan oksigen kimia (chemical oxygen demand−disingkat COD), kebutuhan oksigen biokimia (biochemical oxygen demand—disingkat BOD), total zat padat terlarut (dissolved solids—disingkat TDS), pH, zat hara nitrat dan fosfor), logam-logam berat−termasuk tembaga (Cu), seng (Zn), kadmium (Cd), plumbum (Pb), air raksa (Hg), dan pestisida.

Aplikasi

Kimia lingkungan digunakan oleh Badan Lingkungan (di Inggris dan Wales), Badan Perlindungan Lingkungan (di Amerika Serikat), Asosiasi Analis Publik, dan badan-badan lingkungan lainnya serta badan-badan riset seluruh dunia untuk mendeteksi dan mengidentifikasi alam dan sumber polutan (zat cemaran). Hal itu meliputi:

  • Kontaminasi logam berat lahan oleh industri. Logam berat itu kemudian dapat diangkut oleh badan air dan diserap oleh organisme-organisme hidup.
  • Zat hara yang terlarut dari lahan pertanian ke dalam badan air, yang dapat mengakibatkan mekarnya alga dan eutrofikasi.
  • Zat-zat cemaran aliran permukaan perkotaan hasil cucian permukaan yang tidak dapat dilalui (jalan raya, arena parkir, dan atap rumah) selama hujan deras. Zat-zat cemaran khusus termasuk bensin, oli mobil dan senyawa-senyawa hidrokarbon lainnya, logam-logam, zat-zat hara dan sedimen (tanah).
  • Senyawa-senyawa organologam.

Metoda

Analisis kimia kuantitatif merupakan kunci bagian dari kimia lingkungan, karena metoda ini memberikan data yang membingkai kebanyakan studi lingkungan.

Teknik-teknik analitik umum digunakan untuk penentuan kuantitatif dalam kimia lingkungan termasuk kimia basah klasik, seperti halnya, metoda titrimetrik dan metoda elektrokimia. Pendekatan lebih canggih dipergunakan dalam penentuan logam-logam renik dan senyawa-senyawa organik. Logam secara umum diukur dengan spektroskopi atomik dan spektrometri massa: Spektrofotometri Serapan Atom dan teknik Emisi Atomik Plasma Berpasangan secara Induktif (Inductively Coupled Plasma Atomic Emission—ICP-AES) atau teknik Spektrometrik Massa plasma secara Induktif (Inductively Coupled Plasma Mass Spectrometric—ICP-MS). Senyawa-senyawa organik secara umum diukur juga menggunakan metoda-metoda spektrometrik massa, seperti halnya Gas chromatography-mass spectrometry (GC/MS) dan Liquid chromatography-mass spectrometry (LC/MS). Metoda-metoda Non-MS menggunakan GC (kromatografi gas) dan LC (kromatografi cairan) yang mempunyai detektor universal atau spesifik yang masih merupakan peralatan analitik baku di gudang senjata.

Parameter-parameter lain setelah diukur dalam kimia lingkungan ialah zat-zat radiokimia. Hal itu merupakan zat-zat cemaran yang dipancarkan oleh benda-benda radioaktif, seperti halnya partikel-partikel alfa dan beta, yang berbahaya terhadap kesehatan manusia dan lingkungan. Particle counters dan Scintillation counters merupakan metoda pengukuran yang paling umum dilakukan. Bioassay dan immunoassay dimanfaatkan untuk evaluasi toksisitas dari pengaruh-pengaruh zat kimia pada berbagai organisme.

Metoda-metoda Analitik yang Diterbitkan

Metoda-metoda uji telaah yang diamati telah diterbitkan oleh badan-badan pemerintah, dan organisasi-oranisasi penelitian pribadi. Metoda-metoda publikasi yang disetujui harus digunakan ketika pengujian untuk menentukan kepatuhan dengan mengatur kebutuhan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s