FITOKIMIA RUMPUT MUTIARA

Rumput mutiara merupakan tanaman liar yang termasuk dalam famili Rubiaceae dan dikenal dengan nama daerah rumput siku-siku, bunga telor belungkas (Indonesia) daun mutiara, rumput mutiara (Jakarta), ketepan, urek-urek pulo (Jawa), pengka (Makassar). Ada juga yang menyebut-nya lidah ular, dan shui xian cao (China). Tanaman ini tumbuh subur di tanah yang lembab, di kebun kosong  yang basah, halaman rumah, pinggir jalan, dan selokan.

Rumput mutiara terkenal sebagai tanaman obat yang dimanfaatkan di China, India dan wilayah Asia Tenggara untuk mengobati berbagai jenis penyakit. Rumput mutiara mempunyai khasiat sama seperti Hedyotis diffusa Willd.

Klasifikasi Ilmiah

– Kerajaan: Plantae

– Ordo: Gentianales

– Famili: Rubiaceae

-Upafamili: Rubioideae

– Bangsa: Spermacoceae

– Genus: Hedyotis L.

– Spesies: Hedyotis corymbosa (L.) Lamk

Ciri-ciri Tanaman

Rumput mutiara berpenampilan tegah atau condong, sering bercabang mulai dari pangkal batangnya dengan tinggi 0.05-0.6 m. Batang bersegi empat, gundul atau bersisik sangat pendek, bercabang, tebalnya 1 mm dan berwarna hijau kecoklatan sampai hijau keabu-abuan. Daunnya relatif kecil dengan panjang daun 2-5 cm, ujung runcing, tulang daun satu di tengah-tengah. Ujung dan pangkal daun runcing, berwarna hijau pucat, disertai sisik-sisik kecil sepanjang tepi daun dengan tangkai daun sangat pendek dan memiliki rambut pendek pada ujungnya.

Bunga muncul dari ketiak daun. Bentuknya seperti payung berwarna putih. Berbunga majemuk 2-5, tangkai bunga (induk) keras seperti kawat, panjangnya 5-10 mm. Buah built, ujungnya pecah-pecah.

Akar tanaman herba ini berupaka akar tunggang dengan garis tengah ratrata 1 mm dengan akar cabang berbentuk benang.

Komposisi kimia

– Asam ursolat

– Asam oleanolat

– Hentriacontane

– Stigmasterol

– Beta-sitosterol

– Sitosterol-D-glukosida

– Asam p-kumarat

– Flavonoid glikosida

– Baihuasheshecaosu (mungkin analog kumarin)

– Kumarin

Khasiat Rumput Mutiara

Rumput mutiara mengandung dua senyawa aktif, yaitu asam ursolat dan asam uleanolat yang terbukti dapat mencegah perkembangan pembelahans el kanker ke tahap yang lebih ganas. Seluruh bagian tanaman dapat dimanfaatkan dengan cara dikeringkan terlebih dahulu. Selain kanker, rumput mutiara juga dapat dipakai untuk menyembuhkan tonsilitis, faringitis, bronkitis, pneumonia, gondongan, radang usus buntu, hepatitis, dan cholecystitis.

Selanjutnya rumput mutiara ini dapat digunakan untuk menyembuhkan penyakit luar seperti, uci-uci, dan luka terinfeksi. Ia juga ampuh untuk kanker Lymphosarcoma, lambung, serviks, payudara, rektum, fibrokarkoma, dan kanker nasopharynx.

Rumput mutiara berasa manis, sedikit pahit, lembut, netral, agak dingin, sehingga cocok untuk menghilangkan panas, anti radang, diuretik, dan toksin, mengaktifkan sirkulasi darah. Radang panggul, infeksi saluran kemih, bisul, borok.

Kandungan flavonoid glikosidanya diduga mampu menghambat proses karsinogenesis baik secara in vitro maupun in vivo. Penghambatan terjadi pada tahap inisiasi, promosi maupun progresi melalui mekanisme molekuler antara lain inaktivasi senyawa karsinogen, antiproliferatif, penghambatan angiogenesis, penangkapan pendauran sel, induksi apoptosis dan antioksidan (Ren et al., 2003).

Sebagian besar senyawa karsinogen seperti polisiklik Aromatik hidrokarbon (PAH) memerlukan aktivasi oleh enzim sitokrom P450 membentuk “zat antara” yang reaktif sebelum berikatan dengan DNA. Ikatan kovalen antara DNA dengan senyawa karsinogen aktif menyebabkan kerusakan DNA. Flavonoid dalam proses ini berperan sebagai zat penghalang (Watternberg, 1985). Penghalangan aksi karsinogen dapat melalui beberapa mekanisme antara lain melalui penghambatan aktivitas izoenzim sitokrom P450, yaitu CYPI A1 dan CYPI A2 sehingga senyawa karsinogen tidak reaktif. Mekanisme yang lain melalui detoksifikasi karsinogen.

Flavonoid juga meningkatkan ekspresi enzim Glutation S-transferase (GST) yang dapat mendetoksifikasi karsinogen aktif sehinggamenjadi lebih polar dan dieliminasi dari tubuh. Mekanisme yang lain melalui pengikatan karsinogen aktif oleh flavonoid sehingga dapat mencegah ikatan dengan DNA, RNA atau protein target (Ren et al., 2003)

Sifat antioksidan dari senyawa flavonoid juga dapat menghambat proses karsinogenesis. Fase inisiasi kanker sering kali diawali  dengan oksidasi DNA yang menyebabkan mutasi (Kakizoe, 2003) oleh senyawa karsinogen. Karsinogen aktif seperti radikal oksigen, peroksida dan superoksida, dapat distabilkan oleh flavonoid melalui reaksi hidrogenasi maupun pembentukan kompleks (Ren et al., 2003).

Bagaimana potensi asam ursolat dari rumput mutiara, akan kita bahas pada tulisan berikutnya.***

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s