SENYAWA ALAM: ASAM FITAT, SIGNIFIKANSI DALAM PERTANIAN

 

 

ASAM FITAT (juga disebut inositol hexakisphosphate  (IP6), atau fitat jika dalam bentuk garam), ditemukan pada 1903,  yaitu asam siklik jenuh, bentuk fosfor simpanan dasar dalam banyak jaringan tanaman, terutama kulit dan biji. Fitat tidak dapat dicerna pada manusia atau hewan-hewan non-ruminan, sehingga fitat bukan suatu sumber baik inositol maupun fosfor jika dimakan secara langsung. Selain itu, asam fitat adalah khelat dan dengan demikian  membuat tak terserap mineral-mineral minor penting tertentu seperti seng dan zat besi, pada tingkat yang lebih kecil, juga makro mineral seperti kalsium dan magnesium. Fitin secara khusus mengacu pada bentuk garam kalsium atau magnesium dari asam fitat.

Katabolit asam fitat disebut inositol polifosfat yang lebih rendah. Beberapa contoh inositol penta- (IP5), tetra- (IP4), dan triphosphate (IP3).

IUPAC memberi nama asam fitat dengan julukan (1R,2R,3S,4S,5R,6S)-sikloheksana-1,2,3,4,5,6-heksail heksakis[dihidrogen (fosfat)]. Asam fitat memiliki rumus molekul C6H18O24P6, dengan berat molekul 660,04 gr/mol.

Signifikansi dalam Bidang Pertanian

Fosfor dan inositol dalam bentuk fitat, secara umum tidak “bioavailable” bagi hewan non-ruminansia karena hewan ini  kekurangan enzim fitase yang diperlukan untuk menghilangkan fosfat dari inositol dalam molekul fitat. Dengan kata lain hewan ruminansia (pemamah biak) dapat mencerna fitat dengan mudah disebabkan fitase dihasilkan oleh mikroorganisme rumen.

Pada kebanyakan pertanian komersial, bahan baku hewan non-ruminansia, seperti babi, unggas, dan ikan diberi makan terutama biji-bijian, seperti jagung, dan leguminosa, seperti kedelai. Karena fitat dari biji-bijian dan kacang-kacangan tidak tersedia untuk penyerapan, fitat yang tidak terserap melewati saluran pencernaan, meningkatkan jumlah fosfor dalam pupuk. Ekskresi fosfor berlebih dapat menyebab-kan masalah lingkungan, seperti eutrofikasi.

Ketersediaan biologis fosfor fitat dapat ditingkatkan oleh suplementasi makanan dengan enzim fitase.[6] Juga,  Galur mutan yang layak-asam fitat rendah telah dikembangkan pada beberapa spesies tanaman di mana benih telah secara drastis mengurangi kadar asam fitatnya dan seiring dengan peningkatan fosfor anorganik. Namun, masalah perkecambahan dilaporkan telah menghambat penggunaan kultivar tersebut sejauh ini.

Penggunaan biji berkecambah akan mengurangi asam fitat dalam makanan, dengan tidak mengurangi nilai gizi yang signifikan.

Fitat juga berpotensi digunakan dalam remediasi tanah, untuk immobilisasi uranium, nikel dan kontaminan-kontaminan anorganik lainnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s