SIFAT ANTIOKSIDAN DARI LIKOPEN

Likopen merupakan suatu pigmen karoten dan karotenoid berwarna merah cerah dan senyawa fitokimia yang dijumpai pada buah tomat, wortel, semangka, pepaya dan buah-buahan dan sayuran berwarna merah lainnya, namun tidak termasuk bua cerry dan stroberry.

Pada tanaman, alga, dan organisme fotosintetik lainnya, likopen merupakan suatu zat-antara yang penting dalam biosintesis sejumlah karotenoid, termasuk beta-karoten, yang bertanggung jawab atas pigmentasi  kuning, jingga atau merah, fotosintesis dan fotoproteksi. Seperti karotenoid lain, likopen merupakan hidrokarbon takjenuh-ganda (suatu alkena yang tidak ter-substitusi). Secara struktural, likopen merupakan suatu tetraterpen yang dibangun dari delapan unit isopren, terutama sekali tersusun dari karbon dan hidrogen dan tidak larut dalam air. Tujuh likopen ikatan rangkap berkonjugasi yang membuat liukopen berwarna merah gelap dan bertanggung jawab atas aktivitas antioksidannya. Berperan terhadap warna yang kuat dan tidak beracun, likopen bermanfaat untuk mewarnai makanan (dengan nomor register E160d).

Likopen memang bukan zat gizi bagi manusia, tetapi secara umum dijumpai dalam makanan, terutama dari saus tomat yang tersedia di piring. Ketika diserap dari perut, likopen diangkut dan berkumpul di dalam hati (lever), kelenjar adrenal, dan testis.

Berhubung riset sebelumnya telah menunjukkan suatu hubungan yang sebaliknya antara konsumsi buah tomat dan resiko kanker, maka likopen dianggap sebagai zat yang berpotensi untuk mencegah terjadinya beberapa jenis kanker, terutama sekali kanker prostat. Namun, wilayah riset ini dan hubungannya dengan kanker prostat telah dipertimbangkan dengan bukti yang tidak memadai untuk klaim kesehatan yang disetujui oleh Badan Pengawasan Obat dan Makanan Amerika Serikat.

Sumber Likopen Makanan

Buah-buahan dan sayuran yang tinggi akan likopen dapat dilihat dalam tabel berikut:

Tabel-1. Jenis buah dan makanan yang mengandung likopen (mcg/gr berat kering)

——————————————————————————–

Gac: 2000 – 2300

Tomat mentah: 8,8 – 42

Jus tomat: 86 – 100

Saus tomat: 63 – 131

Semangka: 23 – 72

Jeruk besar merah muda: 3,6 – 34

Pepaya: 20 – 53

Jambu biji merah: 7,8

Aprikot: < 0,1

—————————————————————–

Asupan likopen makanan berbahan tomat bagi mabanyk orang diperkirakan mencapai 85%. Meskipun demikian, kandungan likopen dari tomat bergantung pada spesies. Likopen pada pasta tomat empat kali lebih banyak ketersediaan secara biologis dibandingkan dalam buah segar. Produk-produk tomat yang dihasilkan seperti jus tomat, sop, saus, dan kecap yang dipasteurisasi, mengandung kepekatan tertinggi ketersediaan biologis likopen dari sumber-sumber bebasis tomat.

Memasak dan memeras tomat (seperti dalam proses pengalengan) dan  menyajikan dalam piring berisi minyak (saus spsetti atau pizza) sangat meningkat asimilasi dari saluran cerna ke dalam aliran darah. Likopen larut dalam lemak, sehingga minyak dikatakan dapat membantu penyerapannya.

Sifat Antioksidan

Likopen mungkin karotenoid paling memuaskan terhadap aksi oksigen-singlet, yang 100 kali lebih efisien dalam penelitian yang pernah dilakukan dibandingkan vitamin E, sehingga memiliki 125 kali aksi memuaskan dari glutation (larut dalam air). Oksigen singlet yang dihasilkan selama paparan terhadap cahaya ultraviolet merupakan penyebab utama penuaan kulit.

Sifat-sifat antioksidan yang diberikannya, riset ilmiah dan klinis yang substansial telah dipersembahkan terhadap hubungannya yang memungkinkan antara konsumsi likopen dan kesehatan umum. Riset terbaru ini menunjukkan  beberapa perbaikan dari penyakit kardio-vaskuler, kanker, diabetes, osteoporosis, dan bahkan ketidaksuburan pria.

Ada beberapa kajian yang dihasilkan tentang analisis sifat-sifat anti-kanker dari likopen, meskipun riset yang utama masih belum tuntas. Bukti akan manfaat likopen yang terkuat untuk kanker paru-paru, perut, dan kelenjar prostat. Likopen tidak diubah menjadi vitamin A di dalam tubuh sehingga dapat digunakan untuk keprluan lain seperti antioksidan. Tanpa adanya struktur cincin-beta ionon untuk meningkatkan aksi antioksidan likopen. Likopen juga paling efisien memuaskan oksigen dan radikal bebas dan merupakan karotenoid utama di dalam plasma dan jaringan lain.

Likopen juga dijumpai dalam jaringan paru-paru dan berguna untuk melindungi limfosit dari bahaya NO2 yang dijumpai pada kanker paru. Likopen juga membantu mengurangi dampak beban oksidasi dari infeksi pylori di dalam lambung.

Karotenoid likopen dari buah tomat dapat mengurangi resiko kanker dengan mengaktifkan enzim-enzim pencegah kanker khusus seperti enzim-enzim detoksifikasi fase-II, yang meng-hilangkan bahaya karsinogen dari sel-sel tubuh.

Dalam studi likopen sebagai inhibitor proliferasi proliferasi sel kanker manusia yang dijumpai itu tidak seperti sel-sel kanker, fibroblas manusia kurang sensitif terhadap likopen, dan sel-sel secara bertahap melepaskan perkembangan inhibisi sepanjang waktu.

Sebagai tambahan atas efek inhibitornya pada proliferasi sel kanker endometrial basal, likopen juga menekan perkembangan menyukai-insulin perkembangan  yang merangsang-faktor-I. Perkembangan faktor-faktor yang menyukai-insulin merupakan pengatur utama autokrin/parakrin dari mammary dan perkembangan sel kanker endotelial.

Oleh karena itu, gangguan likopen dalam sistem autokrin/parakrin utama ini dapat membuka jalan lebar baru bagi riset mengenai peran likopen dalam pengaturan kanker endotelial dan tumor lainnya. Namun, dalam penelitian yang berbeda, likopen bahkan dijumpai memiliki efek inhibitor terhadap perkembangan katarak dan beberapa jenis sel kanker yang berbeda meliputi sel kanker payudara dan endoletial, sel-sel karsinoma, dan sel kanker kolon.

Akhirnya FDA mengeluarkan satu klaim yang berkualifikasi sangat terbatas digunakan untuk tomat dan produk-produk tomat yang mengandung likopen, sebagai satu pegangan yang tidak akan menyesatkan konsumen, menyebutkan:

“Sangat terbatas dan riset ilmiah sebelumnya menyarankan bahwa memakan satu-setengah hingga satu cangkir tomat dan/atau saus tomat seminggu dapat mengurangi risiko kanker prostat. FDA menyimpulkan bahwa ada sedikit bukti ilmiah yang mendukung klaim ini.”*

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s