KUERSETIN, SENYAWA ALAM ANTI-INFLAMASI DAN ANTIOKSIDAN

Kuersetin, suatu  flavonol, ialah suatu flavonoid tanaman yang ditemukan dalam buah-buahan, sayuran, daun dan biji-bijian. Kuersetin juga digunakan sebagai bumbu atau ramuan dalam suplemen, minuman atau makanan.

Penelitian tentang Kuersetin

Beberapa studi laboratorium menunjukkan kuersetin mungkin memiliki sifat-sifat anti-inflamasi dan antioksidan, dan itu telah diselidiki untuk potensi dengan jangkauan lus yang bermanfaat bagi kesehatan.

Kuersetin telah menunjukkan dapat meningkatkan pemborosan energi pada tikus, tetapi hanya untuk jangka waktu yang singkat (kurang dari 8 minggu). Pengaruh kuersetin terhadap toleransi latihan pada tikus telah dikaitkan dengan meningkatnya biogenesis mitokondria.

Masyarakat Kanker Amerika mengatakan sementara kuersetin “telah dipromosikan sebagai antioksidan yang efektif terhadap berbagai penyakit, termasuk kanker,” dan “beberapa hasil lab baru-baru ini terlihat diperkenalkan, sebagai yang masih belum dapat dipercaya bahwa bukti klinis kuersetin dapat mencegah atau mengobati kanker pada manusia.” Dikonsumsi dalam jumlah tersebut sebagai suatu makanan kesehatan, kuersetin” tidak seperti untuk menyebabkan persoalan-persoalan utama atau manfaat.”

Asupan makanan yang memadai dari buah-buahan  dan sayuran dapat mengurangi risiko kanker. Penelitian menunjukkan kuersetin mempengaruhi mekanisme selular secara in vitro dan, studi dengan hewan, terdapat bukti dari kajian populasi manusia bahwa kuersetin mungkin, dalam sebuah petunjuk yang sangat terbatas, mengurangi risiko kanker tertentu.

Dalam studi laboratorium sel-sel in vitro, kuersetin menghasilkan perubahan yang juga dihasilkan oleh senyawa-senyawa yang menyebabkan kanker (karsinogen), tetapi kajian tersebut tidak melaporkan meningkatkan kanker pada hewan atau manusia. FDA Amerika Serikat belum menyetujui apa pun pengakuan kesehatan atas kuersetin. Ada langkah awal penelitian klinis saat ini tentang kuersetin menunjukkan keamanan dan keberhasilan terhadap sarkoidosis, asma dan penyerapan gula pada obesitas dan diabetes (Februari 2009).

Kuersetin adalah bentuk aglikon dari sejumlah glikosida flavonoid lainnya, seperti halnya rutin dan kuersitrin, ditemukan dalam buah jeruk, gandum dan bawang. Kuersetin membentuk kuersitrin glikosida dan rutin bersama dengan ramnosa dan rutinosa, secara berturut-turut. Kuersetin digolongkan sebagai IARC golongan 3 (tidak ada bukti karsinogenisitas pada manusia).

Terjadinya di Alam

Kuersetin merupakan suatu inhibitor pengangkut auksin polar yang terjadi secara alami.

Makanan-makanan yang kaya dengan kuersetin meliputi teh hitan dan hijau (Camellia sinensis; 2000–2500 mg/kg), capers (1800 mg/kg), lovage (1700 mg/kg), apel (44 mg/kg), bawang, khususnya bawang merah (1910 mg/kg) (konsentrasi kuersetin yang lebih tinggi terjadi pada cincin-cincin terluar), anggur merah, buah jeruk, tomat, brokoli dan sayuran hijau lainnya, dan sejumlah buah berri, termasuk raspberry, bog whortleberry (158 mg/kg, berat segar), lingonberry (yang dibudidaya 74 mg/kg, liar 146 mg/kg), cranberry (yang dibudidaya 83 mg/kg, liar121 mg/kg), chokeberry (89 mg/kg), rowan manis (85 mg/kg), rowanberry (63 mg/kg), sea buckthorn berry (62 mg/kg), crowberry (dibudidaya 53 mg/kg, liar 56 mg/kg), dan buah dari pir kaktus berduri. Sebuah studi baru-baru ini menemukan bahwa tomat yang ditanam secara organik mengandung 79% lebih kuersetin dibandingkan yang “ditanam secara konvensional”. Dari hasil penelitian, ternyata kuersetin juga terdapat dalam daun lengkeng.

Sebuah studi oleh Universitas Queensland, Australia, juga telah menunjukkan adanya kuersetin dalam berbagai macam madu, termasuk madu yang berasal dari bunga pohon eukaliptus dan teh.

Biosintesis

Biosintesis kuersetin diringkas dalam Gambar-10.1 di atas. Fenilalanina (1) dirobah menjadi 4-koumaroil-KoA (2) dalam satu rangkaian tahapan yang dikenal sebagai jalur fenilpropanoid umum menggunakan fenil ammonia-liase, sinnamat-4-hidroksilase, dan 4-koumaroil KoA-ligase. 4-koumaroil-KoA (2) ditambahkan pada tiga molekul malonil-KoA (3) membentuk tetrahidroksikhalkon (4) menggunakan 7,2’-hidroksi, 4’-metoksisoflavanol sintase.

Tetrahidroksikhalkon (4) kemudian dikonversikan menjadi naringenin (5) menggunakan khalkon isomerase. Naringenin (5) kemudian dikonversikan menjadi eriodiktiol (6) menggunakan flavanoid 3’ hidroksilase. Eriodiktiol (6) kemudian dikonversi menjadi dihidrokuersetin (7) dengan flavanon 3-hidroksilase, yang kemudian dikonverkan menjadi kuersetin menggunakan flavanol sintase.

Dari studi in vitro, kuersetin telah menunjukkan aktivitas anti-inflamasi yang signifikan dengan menghalangi sintesis dan pelepasan histamin dan mediator-mediator alergis/inflamator lainnya. Sebagai tambahan, kuersetin mungkin memiliki aktivitas antioksidan dan aksi cadangan vitamin C.

Secara in vitro, sel-sel kanker kulit dan prostat yang dikulturkan ditekan (dibandingkan dengan sel-sel non-malignan) ketika diobati dengan kombinasi kuersetin dan ultrasonik.

Ini juga telah diakui bahwa kuersetin dapat menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi dan kegemukan dengan kadar kolesterol LDL yang juga berkurang.

Sebuah studi 8 tahun menemukan adanya tiga flavonolkaempferol, kuersetin, dan mirisetin—dalam suatu makanan normal dikaitkan dengan berkurangnya risiko kanker hingga 23%, suatu penyakit yang langka tetapi sering kali fatal, pada para perokok tembakau. Tidak ada manfaat bagi pasien yang tidak pernah merokok atau sebelumnya telah berhenti merokok.

Pada tikus, dosis kuersetin oral 12,5−25 mg/kg dapat meningkatkan ekspresi gen dari biomarker mitokondria dan meningkatkan daya tahan latihan.

Sebuah studi in vitro  menunjukkan kombinasi kuersetin dan resveratrol dapat menghalangi produksi sel-sel lemak. Ini berarti dapat dikombinasikan dengan makan buah anggur yang memang kaya akan resveratrol.

Sebuah kajian dengan tikus besar memperlihatkan bahwa kuersetin secara efektif menurunkan gejolak pelepasan niasin (vitamin B3) dengan segera. Terlepas dari indikasi persiapan dari efek-efek medisinal yang memungkinkan, kuersetin tiada satu pun yang dikonfirmasikan sebagai terapi khas untuk kondisi apa pun, sama sekali ia tidak diakui oleh badan pengatur. Sebuah studi ketersediaan biologis dilakukan pada tikus besar menunjukkan kuersetin yang dicerna dimetabolisir secara luas menjadi asam-asam fenolat non-aktif, dengan lebih dari 96% jumlah yang dicerna dikeluarkan dalam 72 jam, yang menunjukkan bahwa peran-peran fisiologis aktual─bila itu ada, termasuk kuersetin dalam jumlah yang sedikit.

Interaksi Obat

Kuersetin is berlawanan dengan beberapa antibiotika; ia dapat berinteraksi dengan fluorokuinolon (suatu antibiotika), sebagai kuersetin secara bersaing berikatan pada DNA girase bakteri. Apakah ini menghambat atau menambah pengaruh fluorokuinolon adalah tidak tentu.

Kuersetin digambarkan sebagai suatu inhibitor CYP2C9. Sumber-sumber yang tidak konsisten seperti pada apakah kuersetin adalah suatu inhibitor atau inducer CYP3A4. CYP2C9 dan CPY3A4 adalah anggota dari sitokrom P450 yang bercampur dengan sistem fungsi oksidase, dan yang demikian adalah enzim-enzim yang termasuk dalam metabolisme senobiotika di dalam tubuh. Pada kasus yang mana pun, kuersetin mungkin mengubah level serum, dan secara potensial, mempengaruhi obat-obat yang dimetabolisir oleh enzim-enzim tersebut.

Pada sapi, ada suatu interaksi sinergistik antara infeksi bovin papillovirus-2 dan pajanan terhadap kuersetin, menaikkan neoplasia kandung empedu, secara klinis terdapat sebagai haematuria enzootic. Efek serupa terlihat pada pajanan terhadap pohon pakis Pteridium aquilinum, dan zat kimia ptakuilosida ditemukan di dalam tanaman ini.

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s